Table of Contents
Halo, InfiFriends!
Hari ini aku mau memperkenalkan anggota tim terbaru InfiArtt: Arunika. Dia nggak akan ikut nongkrong di grup WhatsApp, nggak akan datang ke acara, tapi mulai sekarang dia akan jadi salah satu yang paling rajin membaca tulisan kita.
Jadi, siapa sih Arunika ini? Karena dia masih benar-benar baru, aku mau cerita dari awal: kenapa dia ada, apa yang dia kerjakan, apa yang nggak dia kerjakan, dan tentu saja, kenapa namanya Arunika.
Semuanya Berawal dari Satu Masalah
Belakangan ini aku sedang membenahi cara artikel diterbitkan di InfiArtt. Selama ini, alurnya cukup sederhana: tulis, lalu terbit. Cepat, tapi ada harganya. Typo lolos, judul kadang kurang jelas, dan yang paling bikin aku kepikiran: gambar tanpa teks alternatif.
Buat sebagian besar pembaca di luar sana, gambar tanpa alt text itu cuma kekurangan kecil. Tapi buat kita yang memakai pembaca layar, gambar seperti itu sama saja dengan lubang di tengah artikel. NVDA cuma bilang "gambar", atau lebih parah lagi, membacakan nama file seperti IMG_20250517_0932.jpg. Ironis kan, kalau hal seperti ini justru terjadi di komunitas yang anggotanya banyak teman-teman netra?
Akhirnya aku bikin alur editorial: mulai sekarang, setiap artikel ditinjau dulu oleh editor sebelum terbit. Masalah barunya, tim editor kita itu relawan. Semuanya punya kesibukan masing-masing, dan membaca artikel satu per satu sambil mengecek ejaan, alt text, struktur judul, dan sumber itu melelahkan.
Di situlah aku mulai mikir: bagaimana kalau ada yang membantu "membaca duluan"?
Yang Bisa Dicek Kode, Dicek Kode
Sebelum masuk ke Arunika, ada satu prinsip yang aku pegang dari awal: kalau sesuatu bisa dicek dengan kode, ya dicek dengan kode. Nggak perlu AI untuk tahu apakah sebuah gambar punya alt text atau nggak.
Jadi setiap artikel yang diajukan otomatis diperiksa oleh sistem untuk hal-hal seperti:
- gambar tanpa teks alternatif, atau alt text yang isinya cuma nama file;
- urutan judul yang melompat, misalnya dari H2 langsung ke H4;
- tautan yang tidak jelas, seperti "klik di sini";
- tabel tanpa judul kolom.
Pemeriksaan ini cepat, pasti, dan nggak pernah salah tangkap. Tapi ada banyak hal yang nggak bisa dicek dengan aturan sederhana. Apakah alt text-nya benar-benar menggambarkan gambarnya? Apakah kalimat ini sesuai EYD? Apakah klaim ini butuh sumber? Untuk pertanyaan-pertanyaan seperti itulah Arunika hadir.
Jadi, Siapa Arunika?
Arunika adalah asisten editor berbasis AI di InfiArtt. Aku sengaja menyebutnya asisten, atau co-editor, bukan editor. Bedanya penting banget, dan nanti aku jelaskan.
Satu hal yang mungkin agak unik: Arunika bukan fitur tersembunyi di dalam sistem. Dia punya akun sendiri, sama seperti kamu dan aku. Dia punya profil, punya peran, dan punya izin yang terbatas. Izinnya cuma satu: memberi catatan pada artikel.
Kenapa dibuat begitu? Supaya transparan. Setiap catatan dari Arunika selalu muncul atas nama Arunika. Kamu nggak akan pernah bingung apakah sebuah saran datang dari editor manusia atau dari AI. Dan kalau suatu hari kita mau mengubah apa yang boleh dia lakukan, caranya sama seperti mengatur anggota lain: lewat izin akunnya.
Apa Saja yang Dikerjakan Arunika?
Mulai sekarang, begitu kamu menekan tombol ajukan, Arunika langsung "bangun" dan membaca artikelmu. Dalam hitungan menit, catatannya akan muncul di halaman review. Ini yang akan dia lakukan:
- Membaca ejaan dan tata bahasa. Dia menandai kalimat yang kurang sesuai EYD atau kurang jelas, lengkap dengan usulan perbaikannya.
- Menilai alt text. Ini bagian favoritku. Arunika melihat gambar di artikelmu, lalu membandingkannya dengan alt text yang kamu tulis. Kalau alt text-nya bilang "foto kegiatan" padahal gambarnya menunjukkan orang-orang sedang belajar memakai laptop, dia akan menyarankan deskripsi yang lebih tepat.
- Menandai klaim yang butuh sumber. Misalnya ada kalimat "90% orang tidak pernah mengganti kata sandinya". Arunika akan bertanya: sumbernya dari mana?
- Mengusulkan ringkasan dan judul. Kadang judul yang menurut kita jelas ternyata masih bisa dibuat lebih menarik.
- Menyarankan ilustrasi sampul. Kalau artikelmu belum punya sampul, Arunika bisa membuatkan beberapa pilihan ilustrasi berdasarkan isi artikel, lengkap dengan alt text-nya. Mau dipakai silakan, mau upload gambar sendiri juga boleh. Sampul buatan AI selalu diberi label "Ilustrasi dibuat AI".
Yang Nggak Dikerjakan Arunika
Bagian ini yang paling penting buatku, jadi aku tulis tebal: Arunika tidak pernah memutuskan apa pun.
- Dia tidak bisa menerbitkan atau menolak artikel.
- Dia tidak bisa mengubah isi artikelmu. Dia cuma memberi catatan.
- Dia tidak bisa melihat data akunmu, seperti email, nomor HP, atau kata sandi.
- Dia tidak membaca pesan pribadi, tiket bantuan, atau percakapan WhatsApp.
Catatannya boleh kamu terima, boleh kamu abaikan, boleh juga kamu bantah. AI itu bisa salah, dan kadang bisa terlalu bersemangat menandai sesuatu yang sebenarnya sudah benar. Karena itu, keputusan akhir selalu ada di tangan editor manusia, dan isi tulisan tetap milik penulisnya.
Kalau mau baca versi lengkapnya, termasuk apa saja yang dibaca AI di InfiArtt, aku sudah menuliskannya di halaman Penggunaan AI di InfiArtt.
Terus, Kenapa Namanya Arunika?
Nah, ini bagian yang paling aku suka.
Arunika berarti cahaya matahari pagi, cahaya pertama yang muncul sebelum hari benar-benar dimulai. Dan menurutku itu pas banget dengan perannya. Arunika adalah "pembaca pertama" setiap artikel. Dia membaca tulisanmu sebelum editor, sebelum pembaca, sebelum siapa pun, lalu memberi sedikit cahaya pada bagian-bagian yang mungkin terlewat.
Dan ada satu kebetulan kecil yang bikin aku senyum. Dulu aku pernah bikin aplikasi eksperimen yang mempertemukan dua AI untuk ngobrol, namanya Dreammy Sunset. Matahari terbenam. Sekarang, AI berikutnya yang aku bangun justru namanya berarti matahari terbit. Kayaknya memang sudah waktunya pindah dari eksperimen ke sesuatu yang benar-benar dipakai sehari-hari.
Sedikit di Balik Layar
Buat teman-teman yang penasaran sisi teknisnya, aku ceritakan singkat saja ya.
Arunika berjalan di server terpisah dari situs InfiArtt, memakai model AI yang bisa digunakan secara gratis dengan kuota harian. Dia masuk ke InfiArtt lewat token khusus miliknya sendiri, persis seperti aplikasi pihak ketiga yang punya izin terbatas. Yang dia terima hanyalah isi artikel yang perlu dia baca: judul, isi, dan gambar. Nggak lebih.
Untuk alt text, prosesnya dua langkah. Model pertama bertugas melihat dan mendeskripsikan gambar. Model kedua membandingkan deskripsi itu dengan alt text yang kamu tulis. Kenapa nggak satu model saja? Karena dari hasil percobaanku, model yang jago melihat gambar belum tentu jago menilai, jadi tugasnya aku pisah supaya masing-masing mengerjakan yang paling dia kuasai.
Penutup
Arunika bukan pengganti editor, dan dia nggak akan pernah jadi pengganti editor. Dia lebih mirip teman yang membaca draf kita lebih dulu lalu bilang, "Eh, alt text gambar kedua ini masih kosong, deh." Hal kecil, tapi buat teman-teman yang membaca dengan pembaca layar, hal kecil seperti itu bisa jadi perbedaan antara artikel yang bisa dinikmati utuh dan artikel yang bolong di tengah.
Oh iya, satu hal lagi: artikel yang sedang kamu baca ini adalah artikel pertama yang di-review Arunika. Jadi tugas pertamanya adalah membaca perkenalan tentang dirinya sendiri. Kalau kamu masih menemukan typo di sini, berarti kami berdua sama-sama kelewatan. 😄
Kalau kamu punya masukan soal Arunika, entah catatannya terlalu cerewet, kurang tepat, atau justru membantu banget, ceritakan saja ke aku atau kirim ke [email protected].
Selamat menulis, InfiFriends! ♾
Comments 0