Table of Contents

Selamat berapa saja dan semangat menjalani hari, InfiFriend!

Akbar menyapa lagi, nih!

Sesudah sekian lama menanti, eh, maksudnya tidak muncul di platform tercinta ini.

Ada dorongan memunculkan diri, setidaknya dalam tulisan ketika grup WA dari Infiartt diramaikan dengan kehadiran proyek aplikasi mobile Infiartt dan penggunaan Infi Stream untuk diskusi online.

Harapan kepada semuanya mudah-mudahan sehat dan berlimpah rezeki selalu.

Kemunculanku kali ini, bukan untuk curhat, bukan juga untuk menjadi tutor kiat-kiat eksplor teknologi apalah, melainkan untuk berbagi puisi.

Aku menulis kedua puisi ini untuk mengisi salah 2 hari di bulan Januari 2026 yang sebenarnya padat dengan rutinitas semester akhir selesai sidang magang.

Ditambah, selama sebulan di bulan yang sama, aku komitmen kepada diriku sendiri untuk menuliskan 1 hari 1 puisi.

Bagaimana keseruan kedua puisi dengan diksi bernuansa teknologi yang aku tulis tersebut?

Selamat meresapi dan berkelana dalam setiap kata dari keduanya!

Thanks and see you next sharing!

Bayangan Algoritma

Akbar AP

Algoritma membayang-bayang setiap ketikan,

Terkadang, desas-desus mengatakannya,

Sebagai hantu yang seakan tahu,

Sebagai cincin jemari kita yang seolah mengerti,

Isi tiap-tiap diri.

Algoritma bukan alegori.

Kehadirannya nyata benderang.

Wujudnya barisan kata kunci.

Perwakilan kebiasaan harian pengguna.

Di ujung jemari kita tentukan.

Namun, kadang algoritma juga berhianat.

Ketika layar kita dicuri kendalinya.

Wajib hukumnya berjaga.

Seperti kekasih yang menghadiahi buket bunga.

Berlapislah kado ruang-ruang maya.

Biar kewarasan tidak tergunduli anomali.

Agar kenyamanan tidak diganggu duri-duri pembobolan.

Meratus, meribu.

Berkembang biak algoritma.

Menggurita hingga kita tidak lagi kenal.

Tentang angan pada layar genggaman.

Perihal imaji yang asing tak diakrabi.

Bantul, 18 Januari 2026

Device Manusia

Akbar AP

Mengunduh pengalaman hidup tidak mudah.

Kecepatan adaptasi menjadi kunci prosesnya.

Apalagi sesudahnya mengunggah hal-hal terbaik.

Agar orang lain mempelajari dan mengikuti.

Tutorial kehidupan yang kita buat.

Sebab, spesifikasi diri harus terus ditingkatkan.

Ram keterampilan tidak ketinggalan.

Storage pengetahuan jangan diabaikan.

Prosesor emosional harus dijaga tanpa perlawanan.

Monitor adalah modal kita bergaul.

Saling berbagi dalam server kebajikan.

Saling terjalin kerjasama dalam ragam proyek,

Pengembangan nilai-nilai hidup.

Modifikasi hal-hal llama demi relevansi sesuai dinamika.

Sedekah juga upaya firewall berkelanjutan.

Terhindar dari mallware nafsu hewani.

Diselamatkan dengan software kebijaksanaan.

Mungkin mode setelan pabrik yang mengembalikan kesucian diri.

Bisa jadi dengan reset nasehat dari orang yang kita percaya.

Barangkali flash via musibah yang kita terima.

Atau, sekadar restart kesadaran diri.

Sesekali shut down dari kejelekan,

Dengan muhasabah setiap kali menemukan Tuhan.

Kita adalah perangkat fana yang hidup.

Dilengkapi sistem operasi yang terus bisa diperbaharui.

Dengan addons nilai, ekstensi wawasan, dan promp keterampilan.

Bukan masalah sesekali down grade sebagai tabayun atas kesalahan diri.

Kita bisa menjadi pribadi bernas lebih dari kecerdasan buatan.

Sebab manusia saja yang Tuhan cipta dan kembangkan.

Di bumi sebagai komputasi nyata.

Bagi diri, kian bertumbuh dalam kehidupan.

Bagi sesama, keberlanjutan mengharum berkat manfaatnya.

Bantul, 22 Januari 2026

Lampiran:

Bayangan Algoritma (versi lagu AI dari Gemini):

bisa didengarkan dengan mengeklik link ini!

Untuk Device Manusia, belum ada.