Back to the podcast

InfiArtt DISKON-001 (Diskusi Online)

· Length 1:28:04

Download audio (M4A)

About this episode

Diskusi Online 001 dengan teman AI dan Vibes Coding

Transcript

Press a time button to play the audio from that point. The transcript is made automatically and checked by the team, so a few mishearings may remain.

Halo, kenalin lagi, aku Reksya, kali ini ditemani sama Mas Waswar, juga teman-teman pengurus lainnya, ada Rafli, Rida, sama ada, apa namanya tuh? Abang Banyu. Abang Banyu, nah ini Abang Banyu ini luar biasa pokoknya. Nah, teman-teman, diskon ini tuh merupakan salah satu program di mana tujuannya itu adalah memberikan wadah, wadah untuk berdiskusi tetapi memang diperuntukkan untuk internal anggota InfiArtt itu sendiri.

Jadi kita, kemarin kenapa saya tulis tidak menyertakan untuk disebarluaskan, karena ini adalah merupakan ruangan untuk kita aja gitu, untuk teman-teman yang ada di grup sharing online dan komunitas InfiArtt. Nah, diskon ini bertujuan sih intinya untuk kembali mengajak kita sebagai pecinta teknologi, pecinta seni untuk kembali lagi berdiskusi.

Karena mengingat di zaman AI ini, kita memang bisa belajar apapun gitu ya, tetapi tanpa adanya diskusi, tanpa adanya musyawarah, saya yakin hasil belajarnya teman-teman itu juga tidak akan bisa terpakai maksimal gitu. Makanya ya diskon ini adalah tempat untuk berbagi, memecahkan solusi, apa, memecahkan solusi lagi, memecahkan masalah dan mencari solusinya bagaimana masalah tersebut dapat diselesaikan.

Betul sekali, karena walaupun sudah ada AI ya, untuk teman diskusi, kalau katakan anak zaman sekarang diskusi mas sama AI aja, tapi tetap butuh untuk sentuhan manusia agar kita bisa tetap menjadi manusiawi gitu. Karena AI itu, nanti kita akan bahas, kita akan sharing-sharing pengalaman di dunia 5 coding ini, apalagi apa itu, mulai apa itu dari 5 coding, nanti mungkin ada teman-teman yang akan membantu untuk menjelaskan.

Nah, selain itu teman-teman, kita disini tidak ada yang menjadi narasumber ya, narasumbernya adalah diri kita sendiri. Jadi, teman-teman harus aktif, silahkan bertanya, silahkan memberikan solusi bareng-bareng, termasuk saya, Aswar, itu belajar juga dari teman-teman gitu ya. Kita ini juga, karena, apa namanya tuh, kaget gitu, sekarang banyak sekali pengetahuan-pengetahuan yang, karena ada AI ini ketika saya berdiskusi dengan beberapa orang gitu, wah, udah luar biasa nih sekarang gitu.

Apa namanya tuh, kalau dulu kan informasi, ya, betul, informasi itu kan dulu mah terbatas ya, kayak kita yang ngoprek, oke lah bisa menyebarkan ulang, Tapi, kalau sekarang semua orang tuh bisa jadi opreker gitu. Oke, teman-teman, mungkin kita akan mulai dulu dari AI dan 5 coding ini, tapi kita mulai dulu dari AI-nya dulu ya. Nah, mungkin dari aku dulu, teman-teman, jadi, nanti teman-teman juga boleh, ini ya, boleh menambahkan, boleh bertanya, misalnya boleh.

Apa tuh, memberikan tanggapan, kalau misalnya pernyataanku ini kurang sesuai, silahkan aja teman-teman, karena disini adalah ruang diskusi, jadi, jangan ragu. Nah, jadi AI, teman-teman, merupakan sesuatu yang sebenarnya sudah lama. Nah, mungkin, kalau kita berdasarkan apa ya, berdasarkan, kan, tahun AI itu, terkenalnya tuh di, 2021 kayaknya, 2021, 2020 gitu.

2021 lah, terkenalnya si AI ini yang, waktu itu bisa berinteraksi dengan manusia. Jadi, apa namanya tuh, baru, baru bisa diajak ngobrol, baru bisa diajak diskusi, itu 2021, dan itu pun masih sangat sederhana. Nah, tetapi, teman-teman, dari tahun 90-an, AI ini sebenarnya udah ada, gitu.

Sudah ada, bahkan, kita, yang sering pakai Google Translate, ada nggak teman-teman yang sering pakai Google Translate? Nggak apa-apa, teman-teman, boleh-boleh dibuka microphone, teman-teman, jadi, jangan ragu ya. Nah, karena ini konsepnya beda banget sama sering online, yang mana kita ada sesi pemaparan dan apa, ini kita ngobrol, ya kayak ngobrol santai aja, cuman ada yang sama diskusi gitu. Nah, jadi, apa tadi gue bilang? Gue lupa.

Sama mana tadi? Iya. Iya, baru tahun 90. Iya, itu tahun 90-an udah ada, teman-teman, dan itu salah satunya, Mesin Translate, yang sering kita gunakan, itu sebenarnya udah berdasarkan sistem AI itu sendiri, gitu. Jadi, kebayang ya, sama kita, di tahun 2021, ketakutan, segala macam, banyak banget, ya. Nah, ternyata, apa namanya itu, si AI itu, dari ketakutan itu, ternyata itu sering kita pakai dari zaman dahulu, gitu.

Dari mungkin waktu kita mengenal komputer, gitu ya, itu sudah ada AI itu sendiri. Nah, makin berkembangannya di zaman, dari, apa tuh, 2021 sampai ke 2026 ini, itu perkembangannya memang cukup pesat, karena dirasa, kalau saya sih, ini mungkin teori yang sangat-sangat-sangat di luar ngurul, teman-teman.

Tapi, saya percaya satu hal, bahwa AI itu diciptakan, tujuannya itu untuk, memang mungkin kalau di dunia komputer, dan dunia sehari-hari kita itu untuk, apa namanya itu, membantu kita sehari-hari. Tapi, di balik itu sendiri, saya meyakini, mereka sedang mencari dan memecahkan algoritma otak manusia itu sendiri. Jadi, apa ya, kok saya, apa ya, merasa, suatu saat nanti, AI akan terintegrasi langsung dengan kita, mungkin lewat perangkat kacamata, atau mungkin perangkat yang lebih kecil, dan sistemnya memakai frekuensi untuk langsung tertanam ke otak kita.

Jadi, proses langsung tertanam gitu. Kalau sekarang kan udah ada ya, misalnya kayak, yang berlabel-label smart dan AI itu, kacamata, atau apa... Kedengaran, suara saya nih, mas. Kedengaran, mas. Oh, hei. Kedengaran, mas. Iya, betul, itu kedengaran. Kayaknya feedback deh, suaranya deh. NVDA ya? NVDA-nya masuk, mas. Enggak, soalnya suara kita juga feedback. Mungkin, mikrofonnya... Salah pilih.

Ini feedback ya? Ini pilih-pilih ya, NVDA-nya? Iya, mas. Outputnya. Inputnya, inputnya. Inputnya, ya? Inputnya arahkan ke mikrofon aja. Yang di sound itu ya, di control panel itu kan? Bukan, bukan, bukan, bukan di... Oh, di sini. Masuk ke pengaturan top. Oke, oke, oke. Iya, iya, itu, itu.

Ya, itu, itu. Ya, itu, itu. Cuma satu aja nih? Waduh, waduh. Oh. Cuma satu. Dia yang ini, cuman ini. Brave, eh, eh. Browser, nih. Iya, browser aku pakai ini, mas. Jadi, look di belakang sini, deh. Sudah diisiinkan tadi ya? Sudah, sudah.

Sistem... Soundnya berarti. Buk. Bisa dia pakai yang... Prenda-renda mana? Coba, coba. Enggak, enggak, enggak, enggak, enggak, enggak. Enggak bisa, enggak bisa. Enggak bisa, enggak bisa. Enggak bisa. Enggak bisa, enggak bisa. Tanya. Tanya. Tanya. Oh, iya. Oh, iya. Oh, iya.

Terima kasih telah menonton. Terima kasih telah menonton. Sistem mereka itu sekarang kan mempelajari dari interaksi kita sehari-hari dengan mereka dan itu memang efektif teman-teman.

Berhasil meniru bagaimana kita berinteraksi dengan dia, apalagi kan ada ya orang-orang yang gabut gitu. Mereka sampai curhat sama EA atau EA itu jadiin pacar itu benernya. Ada yang di negara mana aku lupa, Jepang atau mana itu sudah menikah. Nah sebenarnya kalau aku mau agak sedikit berpendapat terhadap itu ya kayaknya mereka ini ya sedang siap disembeli gitu.

Karena mereka mengizinkan diri mereka untuk terbuka, tidak ada batasan dan sehingga EA ini dapat mempelajari pola-pola manusia itu sendiri dan itu menjadi algoritma. Gimana teman-teman ada yang menambahin nggak atau teman-teman berpendapat lebih gitu ya? Mungkin saya bisa mas, jadi kalau saya pribadi, saya di EA itu menciptakan ada lima karakter keperibadian lah.

Jadi saya itu orangnya suka ini mas, suka kayak buat imajinasi gitu kan, suka kayak membuat skanera-skanera gimana kalau misalnya apa gitu. Misalnya saya lebar pertanyaan-pertanyaan-pertanyaan itu ke EA, gimana kalau misalnya ini contoh aja nih, Jogil misalnya dibuat lari seratus, ambil menanjang belok misalnya. Itu tiba-tiba ada muncul-muncul di kepala saya hal-hal yang seperti itu. Jadi kadang saya lebar pertanyaan-pertanyaan hal seperti itu, saya lebar.

Kalau saya mau buat nih, saya mau salah gitu. Jadi kayak di EA itu membuat ada beberapa karakter lah, gitu. Siap, siap. Jadi ini kayaknya mas Subhan tuh lebih ke apa yang ada menjadi penasaran mas Subhan ditanyakan ke EA itu sendiri ya? Yang saya tangkap begitu sih, tadi. Oke, oke. Ya, sebenarnya aku juga begitu mas.

Jadi kan aku ini salah satu yang emang suka dengan astronomi dan dunia-dunia tersebut itu bagi saya itu kayak, apa ya, terobsesi lah mungkin aku. Atau mungkin aku tuh emang punya impian tuh untuk menjadi pilot luar angkasa, gitu. Karena sehingga banyak memang aku itu bertanya ke AI terkait hal tersebut, gitu. Kayak misalnya sistemnya seperti apa, gitu ya, kapal ruang angkasa tuh seperti apa, sistem kerjanya seperti apa, gitu.

Itu sih kalau hal itu. Mengatakan teman-teman yang lain masih ada nggak kira-kira? Nah, ini sebelum kita ke 5 coding ngobrolin masalah itu, seberapa berpengaruh atau bahayanya, bro. Kalau kita misalnya tanya-tanya tentang yang kayak gitu tadi, misalnya kita nggak tahu nih, kayak astronomi, gitu ya. Nah, itu seberapa kemungkinannya AI itu halusinasi, gitu.

Soalnya di beberapa kali itu aku, jadi ada kekhawatiran karena aku menanyakan hal-hal yang sebenarnya aku udah tahu, gitu. Tes itu dia banyak-banyak, masih banyak, lumayan tinggi, gitu. Tingkat-tingkat akurasinya itu masih rendah, gitu. Ya, kan pada dasarnya AI itu berdasarkan data yang dia pelajari, yang sumbernya itu ada di internet. Jadi apapun, data apapun. Dia akan mempelajari berdasarkan itu, kan ada, apa, flik disebutnya itu LLM ya?

Large Language Model. Large Language Model. Oh ya, LLM. Ya, dia berdasarkan ini, kan, sementara ini, jadi data-datanya dia, tapi dia tidak akan tahu itu datanya itu Z, misalnya C, D, dia tidak akan tahu. Nah, yang data itu akan disajikan ketika matching, ketika dia udah learning, gitu. Jadi dia belajar data apapun, misalnya ada orang ngasih data masukannya, kalau, misalnya gini, kalau goreng ayam itu sebaiknya pakai air, misalnya.

Bukan pakai minyak goreng. Iya, dia bisa menyajikan data itu suatu kebenaran, gitu. Kalau tidak ada koreksi, kan. Nah, gitu. Jadi sebenarnya dia berdasarkan ini, sehingga, kalau ditanya misalnya terkait astronomi, terus terkait Mas Subhan tadi ya, kalau kecepatan mobil 100 km per jam, langsung jelas tajam, apa yang akan terjadi? Nah, dia itu akan mencari, Mas, berdasarkan data yang dia pelajari. Nah, bias atau tidaknya jawaban itu sendiri, munculnya itu dari data itu.

Ya, dia mati nggak bisa berpikir sebenarnya, gitu. Nggak bisa berpikir. Masalahnya datanya itu benar atau enggak. Nah, jadi kita sebagai manusia, termasuk aku, gitu. Tetap harus cek, tetap harus dicek lagi, tuh. Ya. Misalnya dia, ya, tetap harus dicek. Misalnya, oh ini benar ya, nih ya, disampaikan sama dia. Tetap harus kita cari tahu juga, gitu. Karena kadang-kadang dia halusinasi juga, kadang, gitu. Ya, nah, halusinasi bias itu berdasarkan si data itu sendiri sebenarnya, teman-teman.

Udah bagus suara saya, Mas? Udah bagus suara saya? Udah ya? Udah, aman-aman. Aman. Ini, saya tadi pakai mikrofon headset soalnya. Jika saya coba tekan headsetnya, kalau dia bisa, nih. Ya. Oke. Siap. Nah, begitu teman-teman, Mas Aswar ya, untuk mungkin, tapi dari yang aku coba beberapa AI memang kerasa peningkatannya tuh sekarang terasa gitu ya, kayak Argon, misalnya, dan segala macem.

Terus sekarang juga AI itu udah mulai dia, bukan berdasarkan LLM saja, tetapi dia, kalau di LLM. Sekarang, iya, sudah bisa ini dia, sudah bisa membuat kayak anti-gravity gitu. Istilahnya udah punya tangan sendiri dia, udah bisa kerja. Dulu kan yang kita tahu, AI itu dia sekedar sebatas ini kan, chat, gitu. Kita chat, kita chat, dia respon, ya. Betul. Jadi dia udah bisa nyari datanya gitu, nyari dari internet.

Jadi dia udah bisa browsing sebenarnya sekarang tuh, tapi kan tetap, Mas. Itu masih berdasarkan data, dia belum bisa memutuskan, gitu loh. Gitu, Mas. Gimana tadi, Mas Aswar, mungkin? Nah, ini betul, ini. Terima kasih, Mas Subahan, jembatannya. Jadi, kita mulai masuk ke, tadi kan AI secara general, ya. Kita sekarang mulai spesifik ke vibe coding, nih, bro.

Tadi udah disenggol-senggol sama Mas Subahan masalah anti-gravity. Dan Mas Reksia juga masalah AI yang udah bisa browsing dan sebagainya. Nah, itu adalah bahan dasar pengetahuan kita bahwa AI itu ada beberapa peran. Apa aja, bro, lupa lagi perannya tuh. Kayak yang agent terus. Ah, kayak gitu-gitu tuh. Apa aja namanya tingkatannya, lupa lagi.

Aku juga gak lupa sih, kalau di vibe coding ini, mungkin nanti... Saya juga gak lupa, ini. Saya juga gak lupa. Ada pausan juga. Pausan, mana pausan. Ada pausan juga, nanti mungkin bisa dibantu, ya. vibe coding, teman-teman, sebenarnya udah ada tuh. Rafli juga udah buat tulisannya. Silahkan dibaca-baca aja di INTI ART. Apa mula dasarnya kata-kata vibes coding ini dan segala macem. Sehingga menjadi suatu, apa namanya tuh sekarang tuh satu sebutan yang...

Ada gitu, data tersebut tuh. Nah. Nah.

Ya kalau aku sih simpel aja ya, jadi Vives Coding ini kan sebenarnya si AI yang kerja, kita yang punya konsep dan ide serta pengetesan tetap ada di kita juga gitu, bukan si AI itu. Kalau AI pengetesan itu dia terbatas sebenarnya yang saya rasakan, dia tidak bisa mengecek langsung gitu keadaannya dan yang terjadi itu tidak langsung bisa diates semuanya, itu ada batasan gitu.

Nah sehingga apa ya namanya tuh, dia ini akhirnya di Vives Coding itu yang bikin berat adalah ketika kita setelah kalau misalnya ide, konsep, terus disusun menjadi sebuah kode pemrograman, itu mungkin satu atau dua hari juga selesai. Apa yang ingin kita adakan fitur-fiturnya, platformnya dan segala macam itu bisa cepat, dua hari aja selesai.

Tetapi yang bikin lama sebenarnya, itu tuh sebenarnya pengetesan, nyari bug, cocok atau tidak, karena AI itu ketika coding teman-teman sudah banyak, otak dia kan terbatas ya, gak kayak kita manusia teman-teman. Kita mah gak ada batasan, otaknya, nyimpan apapun juga bisa gitu. Kadang dia lupa mas, kadang dia lupa misalnya, eh udah banyak nih, kadang dia lupa tadi, oh disini tadi yang salahnya, nah itu dia yang saya alami gitu, kalau saya coba ngoding pagi itu tuh, saya yang saya alami.

Makanya, jadi teman-teman aku mau kasih sedikit informasi, inviart ini teman-teman, web, platform invistream, lalu aplikasi, itu kami juga menggunakan AI untuk kerja, mengerjakan itu semua. Tetapi, yang kami lakukan, itu kita susun per modul, jadi kalau misalnya kita pukur rata semuanya dari awal sampai akhir tidak sistem pakai modul, maka si AI itu akan terbatas memorinya, dan dia bisa mengacak-acak apa yang sudah dikerjakan sama dia sendiri sebelumnya padahal.

Itu sering terjadi gitu, nah itu dia, iya itu sering mas, sering juga mau ngalamin gitu. Sering kan ngalamin kayak gitu? Iya, betul-betul. Nah itu, jadi di vibecoding ini yang harus kita lakukan adalah, susun segala hal-hal yang mau kita kerjakan itu per modul aja. Misalnya gini, teman-teman mau buat web, buat dulu core-nya, tentukan dulu mau pakai apa, misalnya mau pakai astro gitu.

Pakai astro terus, dari astro ini kita building dulu, awalnya tuh core-nya dulu, komponen apa yang mau dipakai, dan segala macam. Nah baru, nanti kalau misalnya sudah jadi, minimal dasar lah, kayak misalnya berandanya sudah jadi, apanya sudah jadi gitu ya. Baru kita masuk susun untuk fitur, kayak di Inviat nih, kan fiturnya banyak ya, di Inviat nih, di website ada shortlink. Nah teman-teman yang butuh shortlink nanti bisa dipakai ya, teman-teman yang sudah punya akun di Inviat, shortlinknya itu bisa dipakai.

Siap, siap. Dan itu, teman-teman bisa pakai mau per tujuh hari, misalnya mau gimana. Nah itu, kita susun itu berdasarkan modul, teman-teman. Jadi kita buat, dan itu kita pakai percakapan baru. Nah tetapi, waktu nyusun per modul itu, pastikan si AI ini mempelajari dulu kode yang sudah ada. Jadi jangan langsung nyuruh ngerjain itu, biar dia bisa sinkron dengan kode yang sudah-sudah, yang sudah dibuat.

Pastikan dia belajar dulu, minimal, yaitu CSS-nya, PAP-nya, dan segala macamnya itu. HTML-nya. Strukturalnya lah, semuanya itu dia biar tahu dulu gitu. Atau, kalau enggak, waktu core yang main core-nya sudah jadi, teman-teman buat dokumentasinya aja. Nanti ketika mau buat modul dan segala macam, kasih dokumentasi itu ke AI. Jadi dia bisa menyesuaikan nantinya, enggak akan jauh beda gitu. Nah, modul itu, aku bicarain tentang shortlink aja dulu.

Nah, shortlink itu ya memang begitu, teman-teman. Jadinya tuh, kita susun per modul, terus, nah, nanti di pengetesan itu, pengetesan ini jalan enggak sih? Nah, itu cukup, bisa satu mingguan lah, ngetes yang modul sekecil itu aja gitu untuk shortlink. Padahal kan gampang sebenarnya. Shortlink harus tetap kita tes, gitu, jalan enggak, QR-nya jalan enggak, dan segala macam. Mungkin itu, teman-teman, kalau dari Vivecoding, teman-teman coba, aku ingin dengar cerita kalian di Vivecoding, atau di AI tadi, atau apapun, silahkan teman-teman, gitu.

Kalau aku makan cuma berbagi dari sisi aku aja, aku ingin dengar dari sisi kalian seperti apa pengalamannya. Kira-kira ada yang udah nyoba gitu? Saya dulu. Gimana, gimana, mas? Saya pernah, mas, buat, apa, aplikasi menggunakan anti-gravity, gitu kan.

Mas, apakah itu bisa dibilang Vivecoding atau enggak, ya? Itu Vivecoding, mas. Vivecoding, ya? Betul, kan? Vivecoding itu. Oke. Nah, saya kembangkan aplikasi itu, dan sejauh ini yang saya rasakan, ya, ya, itu tadi, yang masalah pengetesannya itu, ya, masih banyak, sering ngepak, gitu. Dan sisi AI-nya itu kadang lupa, gitu. Dan seharus lagi ngasih tahu, oh, di bagian sini tadi yang salah, terus yang ini, yang ini, nah, gitu.

Yang saya alami sih, mas, untuk sekarang yang seperti itu. Jadi, di bagian pengetesannya, itu harus sering-sering diuji, gitu. Mas Subhan, kalau boleh tahu, buat aplikasi apa, mas? Saya buat aplikasi iseng-iseng aja, mas. Buat game. Bus simulator. Bus simulator. Simulator seperti apa? Simulator bus, bus, gitu. Oh, di simulator. Iya. Iseng-iseng aja. Iseng-iseng aja.

Iseng-iseng aja. Nanti boleh di, ini ya, di-share dong ke InviArt Sharing Online, hasil proyeknya seperti apa. Maksudnya gini, aku tuh ingin, apa namanya tuh, kita, kita coba bareng-bareng, gitu ya, kalau ada, misalnya tadi Mas Subhan punya ide kayak, di simulatoran segala macam. Iya, karena itu muncul di kepala saya, gimana kalau? Iya, nggak masalah. Maksud aku gini, gunakan si InviArt ini, komunitas ini, untuk teman-teman berbagi, terus, untuk mendapatkan feedback dari teman-teman, dari manusia itu sendiri, gitu.

Jadi, kalau teman-teman ada yang webcoding, di InviArt, boleh ya, di-share ke InviArt Sharing Online untuk hasil-hasil apa yang udah teman-teman buat, gitu. Siapa tahu dari hasil itu, itu malah berguna, teman-teman, untuk yang lain, gitu. Jadi, aplikasi teman-teman itu bisa dipakai oleh banyak orang, manfaatnya terasa untuk banyak orang, gitu ya.

Ya, dan teman-teman pun juga pasti punya, apa ya, jejak, gitu, dari apa yang udah teman-teman lakukan. Share ya, Mas, ya, nanti ya. Insya Allah. Siap. Ini masih, kita masih lagi ujian-ujian coba terus, nih. Masih sering ngembang, ini. Nggak apa-apa, nggak apa-apa, seru, seru. Iya. Iya. Siap. Yang lain, bagaimana? Ada yang mau coba bercerita terkait AI, terkait 5 coding, gitu. Mungkin saya, ya, Mas.

Ini siapa, Mas, siapa? Mas Fajar, Mas. Dari Makasar juga, iya. Siap. Mas Fajar, gimana? Nah, kalau saya, ya, kebetulan pernah mengalami hal yang sama juga, tuh, Mas. Jadi, sekarang kan, apalagi modding, ya. Itu, itu, rata-rata sekarang kan, menggunakan AI. Bahkan, ekstensi Jesuo aja, Mas. Itu, moddingnya sekarang, kadang-kala, kebanyakan menggunakan AI. Iya. Jadi, saya pernah iseng buat proyek, gitu, pakai skrip ekstensi Jesuo.

Jadi, awalnya lancar, lancar aja, bahkan bagus, gitu, Mas. Tiap, satu kali generate, jadi, tes uji coba lagi, gitu. Bagus, hasilnya bagus. Tapi, setelah 2 jam, 3 jam, gitu, lagi ngasik-ngasiknya, gitu, kan. Modding. Tiba-tiba, entah kenapa, ada beberapa fitur, tuh, yang dia lupa, gitu, loh, untuk masukin. Bahkan, diberantakin sendiri sama dia, gitu.

Itu mungkin, Mas, yang pernah saya alamin. Jadi, ya, memang betul-betul harus diingatkan terus-menerus, gitu, loh. Kindernya dia, tuh, harus gimana, gitu. Boleh dibagakan?

Mas Fajar, maksud saya begini, ketika Mas Fajar mengalami hal tersebut, tiba-tiba lupalah AI-nya malah berantakin kodenya, apa sih yang Mas Fajar lakukan agar si AI itu tetap on track gitu? Kalau saya sih mas mungkin ini, jadi tiap dia generate, yang hasil yang menurut saya itu bagus, itu saya simpen gitu loh.

Jadi ketika suatu saat dia lupa dengan, atau dia melenceng dari jalannya, itu saya ini lagi, kasih lagi gitu loh. Ini, oh ini yang udah kamu buat gitu, ini hasilnya yang bagus begini gitu. Jadi dia pasti akan kembali lagi ke situ, itu sih mas sekolah saya. Oke, terima kasih. Jadi intinya itu tadi ya teman-teman, koreksi, nah ini membuktikan bahwa Mas Fajar itu benar-benar memegang, apa namanya tuh, kontrol, kontrolnya tetap ada di manusia itu sendiri.

Dan ya tadi hasil pengetesan, hasil kita pakai 2 jam, 3 jam, bahkan ada yang sampai 3 hari, gimana si rasanya gitu, gimana si hasilnya sesuai atau tidak. Nah, itu yang bisa, malah kekuan itu ya kita sendiri gitu. Mas Asuar masih ada? Ada mas. Tolong di handle, bentar mas, aku ambil minum. Oke, masih ada teman-teman yang mau sharing-sharing terkait vibe coding. Jadi teman-teman, aku pun sendiri juga sempat melakukan apa ini namanya vibe coding.

Aku bikin aplikasi. Nah, waktu itu ada aplikasi. Nantilah kita akan share ke teman-teman ya, karena ada plan nanti kita akan take over di InviArt nanti aplikasinya. Untuk buat teman-teman, sekarang kan lagi ngetrend nih barista Tunanetra. Nah, kemarin karena itu saya jadi pengen bikin untuk menyimpelkan diri. Nah, saya bikin tuh aplikasi buat bikin-bikin kopi.

Nah, kalau teman-teman tadi kendalanya itu adalah... Ada lagi teman-teman, teman-teman, teman-teman, teman-teman, teman-teman, teman-teman, sekali lagi. Ya, pas ikutnya. Tetap pas ikutnya, tak saya, kita yang harus suka. Jadi ceritanya-ceritanya gitu. Apa namanya? Kasih ini ke GitHub gitu.

GitHubnya aku kasih ke Rafli waktu itu, mau dipas. Nah, si AI ini ternyata dia memasukkan si API. Karena aku pakai API, ada fitur rancang resep pakai AI, itu kan butuh API. Nah, ternyata sama dia, dia nggak menyarankan loh, dia dengan inisiatifnya sendiri itu, dia memasukkan API ke hardcode. Jadi ke dalam sumber aplikasi, ke dalam source code aplikasinya, yang mana itu sangat berbahaya.

Karena kalau dibongkar aplikasinya itu langsung ketahuan API kita. Nah, akhirnya waktu dipost ke GitHub itu baru ketahuan. Eh, bentar-bentar, nggak kayak gitu deh. Kronologinya dia waktu itu sebenarnya nanyain API. Cuman dia nggak menjelaskan. Nggak menjelaskan bahaya itu. Dia nggak ngasih tahu kalau ada kesempatan untuk aplikasiku itu di reverse engineer dan akan ketahuan.

Jadi akhirnya satu API-ku yang lama ya, yang masih bisa pakai model gemini lama itu, itu ke blog sama Google karena didetek, masuk ke apa, ter-share secara publik. Nah, itu kan. Jadi memang vibe coding itu memang kita harus sangat, sangat, apa ya namanya, teliti.

Nah, sangat teliti. Memegang kontrol. Ya, betul sekali Mas Aswar. Siapa lagi yang mau berbagi teman-teman pengalaman-pengalaman di vibe coding ini atau di AI? Atau ada yang mau tanya kira-kira, yang belum paham sama vibe coding, sama AI? Bisa bertanya Mas, ke Mas Aswar mungkin? Ya. Soal tadi kan API ini kan masuk ke coding aplikasinya itu kan?

Nah, ini juga ke depan saya rencana, ini ada di kepala saya ini, mengembangkan juga aplikasi Android, yang untuk, apa, untuk ini, untuk balas pesan di WhatsApp gitu, dengan AI. Nah, gitu. Nah, saya rencananya mau pakai, benar-benar model kayak OpenAI. Mas Asambal WhatsApp bisnis seperti itu. Iya, iya, betul. Jadi, OpenAI, game ini, sama grok.

Nah, gitu-gitulah kan, cloud. Nah, tapi saya maunya nanti, misalnya, si orang itu yang punya API, nanti mereka memasukkan API mereka sendiri gitu. Misalnya, API game ini gitu kan. Mereka memasukkan sendiri gitu API-nya. Ya, kalau mereka pilih game ini ya, API game ini gitu, nanti dimasukkannya. Atau memilih OpenAI, ya OpenAI. Nah, kira-kira itu beresiko nggak kira-kira, Mas?

Gitu. Kalau dari aku sih itu rasanya lebih mending ya, Mas, ya? Karena, karena kan dia, kita kasih kontrol penuhnya ke user. Nah, itu. Yang tahu si user itu, yang kemungkinan, kalaupun bobol, tershare secara publik, ya, handphonenya si user itu dikontrol sama pihak lain gitu. Kalau dari aku mungkin ada pendapat lain, teman-teman. Oke. Ya, kalau dari aku sendiri sih, sebenarnya rancangannya Mas Subhan itu,

mungkin ada beberapa catatannya yang cukup harus diperhatikan ketika di hal tersebut dilakukan. Broadcast, Whatsapp, apalagi tidak memakai API dari Meta, itu cukup berbahaya, Mas. Makanya di Inviacun sebenarnya kita pakai namanya Evolution API, nanti boleh carilah teman-teman ya. Evolution API itu apa. Dan itu kita jalankan di server, baru kita treatment, supaya sesuai dengan kebutuhan kita dan tidak terdeteksi spam.

Nah, itu butuh pengetesan, butuh diskusi, butuh baca-baca forum, terutama forum di Evolution API itu sendiri seperti apa. Agar kita tahu parameter-parameternya seperti apa. Nah, kecuali Mas Subhan mau pakai, apa nih namanya, API dari Meta, ya itu aman mau masukkan apa juga. Masalahnya, tadi pertanyaannya, apakah kalau misalnya dari user-user biasa,

memasukkan API Gemini, gitu, cloud, growth, itu nggak masalah Mas, karena kan itu dilakukan dari sisi interface-nya peserta ya, pengguna gitu maksud aku. Dan itu tidak tercatat di coding-nya Mas, nggak gitu. Tidak tercatat dia, maksudnya itu nggak akan bisa disadap lah sama orang lain. Iya, karena mereka punya sendiri, mereka perlu kontrol sendiri.

Betul Mas, itu nggak masalah sih. Cuma, kalau mau kayak gitu-gitu, ya Mas Subhan harus research dulu ya. Jadi, biasakan teman-teman kalau dengan AI ini, ketika teman-teman coding, mau pakai library apa yang tepat, mau pakai pemrograman apa, nah, teman-teman research dulu. Jadi, jangan ujuk-ujuk disuruh ya, ini untuk buat bla bla bla bla bla, gitu. Nah, itu nggak boleh, jadi teman-teman harus tentuin itu sendiri. Nah, mau pakai apa, pemrogramannya, library-nya dipakai itu yang cocok,

kira-kira apa aja, gitu loh. Agar ketika teman-teman sudah tahu, teman-teman tuh tahu komponen yang dipakai itu di coding-nya itu apa aja, gitu. Jadi, nanti ketika fixing bug, ketika diskusi sama orang, kan orang biasanya nanya, Mas, libar ini yang dipakai apa? Lah, kita kalau nggak bisa jawab, dia bingung. Repot, repot. Iya, jadi, satu lagi mungkin ya yang tambahan dari aku ketika webcoding, kita tetap harus belajar fundamental pemrogramannya itu sendiri,

agar teman-teman tahu bagaimana berkomunikasi manusia dengan komputer itu sendiri, gitu. Polanya tuh gimana sih kalau coding, agar bahasa kita dimengerti sama si komputer ini seperti apa, sehingga ketika teman-teman nanti sama AI yang membantu teman-teman coding,

Itu teman-teman kesalahannya gak banyak gitu, gak tiba-tiba, aku juga pengalaman teman-teman banyak kok, kayak misalnya gini sih simple kita bahas NVDA add-on aja ya, sekarang banyak mas yang pake NVDA dia bisa buat sendiri add-onnya, tapi kalau misalnya ditanya berapa persen atau berapa banyak orang-orang yang pake AI itu buat coding di NVDA add-on yang rapi misalnya, yang tidak keliatan bahwa itu 5 coding, itu sangat sedikit, Iya

Gitu, karena AI itu pasti masih pake data codingan NVDA yang lama, nah ini kan salah satunya kita harus menentukan, kita maunya pake NVDA di 2026 misalnya, di 2026 teman-teman, pathen yang dipake itu udah pathen 13 Nah AI biasanya yang terjadi, walaupun kita suruh dia untuk di versi 2026, nah itu dia masih masukin lah kode-kode di 2011, pathen 10, masih masuk ke situ

Gak nyambung Iya, walaupun jalan gitu, jalan tetapi Iya jalan, tapi iya Kalau kita baca kodenya kok aneh ya, ini campuran gitu Nah itu harus kita treatment lagi, nah makanya bacalah developer guide-nya di NVDA itu seperti apa Iya Atau si AI-nya itu yang suruh baca biar dia tau Iya Mungkin gitu ya kalau dari aku Oke Yang lain ada lagi? Atau Masuhan masih ada kira-kira? Mungkin Rafli, Fauzan mau menambahkan?

Ya kalau misalnya 5 coding tuh biasanya tuh aku Apa nih? Bikin ininya dulu nih Tanya, aku pengen coding ini deh Kira-kira misalnya aku pengen bikin on cari pokemon Udah dia ceritain waktu buat invistream aja gimana coba? Astagfirullahaladzim Gimana coba? Ya misalnya aku mau bikin

Gak ya, bikin invistream ini sebenernya tidak direncanakan sebaik ini hingga akhirnya menjadi tempat buat Kayak gini ya, bukan ya Awalnya tuh aku tuh kepikirannya tuh karena kan si Kareksa ini tuh lagi suka main game nih bakalan ini nih Terus kayak Oh bikin tempat dia nge-live aja biar dia bisa nge-live di Youtube kah di Tiktok kah Biar dia bisa ngajak temen-temennya main game Sambil didengerin orang gitu

Udah gitu doang Terus aku belum ada ngomong sama Kareksa, tetapi dia udah liat duluan terus dimang Eh bagus Fli konsepnya Fli Suka gila suka Lah Tujuan awalnya tuh kan bukan kesana Tapi ya enggak jadinya kesini deh Nah maksudnya gini di belakang itu ketika Rafli nih ketika Rafli apa namanya tuh Menteri apa Memberitahu si AI ini supaya menjadi satu platform yaitu invistream itu prosesnya kayak apa gitu

Jadi kayak apa tuh Awalnya itu kan Itu tadi terus Enggak enggak Awalnya tuh aku mikir kayak bisa nggak ya Ini aku punya punya resource gede nih Bisa nggak dijadiin kayak Tiktok udah ada Coba pengen deh bikin deh Terus aku akhirnya ngobrol nih sama AI nya Aku tanya Kita bisa nggak bikin kira-kira tempat streaming yang bagus dari web

Tapi kualitas suaranya tuh nggak kayak kualitas voice call di Whatsapp web di lag Jadi ngobrol-ngobrol soal itu Terus ketemulah namanya livekit Livekit yang sekarang kita pakai buat invistream Oh itu ini maksudnya tuh proses menemukan si library yang akan dipakai ya Ya menemukan livekit Ya Ada beberapa lagi yang lain cuman Aku Aku lupa cuman yang aku pakai akhirnya livekit

Karena livekit ini ternyata dia punya SDK Apa tuh Buat Androidnya jadi Di apply ke Android juga bisa ternyata dia Kemana-mana ya dia Ya wajar Livekit kan dipakai sama Google Meet juga masalahnya Nah Terus Setelah itu aku Aku ini juga overall Apakah implementasinya bakal susah Di website ini Karena kan Website inviart ini kan fully custom ya Jadi dia bukan pakai ralafel

Atau pakai Next.js Atau apapun itu Ya Semuanya itu emang didesain Dari nol Dari PHP kosongan Sampai akhirnya jadi seperti ini itu ya Didesain sama Sama aku Itu Itu Takutnya kalau misalnya Nanti Akhirnya ada masalah Kan Gak mau nih Udah banyak soalnya yang ada di inviart kan Masa cuman gara-gara pengen Cobain aku Eh ma Aku cobain ini doang

Air yang rusak kan Jadi aku ini dulu Cuman karena Apa ya ini mungkin karena privilege aja sih Kalau pakai anti graffiti mungkin gak bakalan se Cepat itu Mungkin gak bakalan sebagus ini hasilnya Cuman karena waktu itu aku pakai cloud Pakai cloud Membus Jadi dia bisa lebih Ini kan Dia bisa Apa tuh Lebih luas lah ya Ya lebih luas Terus dia Kalau

Menghalu itu Enggak Yang Enggak juga sih menurut aku Karena dia Kalau ditanya Menurut kamu gimana Nanti dia lihat dulu kodenya Oh kita bisa nih implementasi ini Gitu Ya Nah itu sih menurut aku Jadi yang ini jadi privilege Buat aku Akhirnya Pengembangan untuk ini tuh Gak nyampe Dua minggu udah selesai Ya Mungkin masih ada yang perlu diperbaiki Kayak beberapa hal yang

Ini gitu Cuman Cuman itu kan Gak sempat dites Jadinya masih gagal Kayak Apa tadi tuh Uang tunggu Ah iya uang tunggu Ya teman-teman Nah begitu Jadi kalau Dirimu gini loh maksud aku Dirimu Kalau masalah coding ya Cepat aja kan Yang bikin susah itu adalah Pengetesan ya Ya Ya ngetes Nah itu Betul Keser selanjutnya

Kalau bisa emang Didiskusin dulu Kayak Meskipun udah ada code nya Coba kita kayak Misalnya mau nambah fitur baru tuh Kita diskusin dulu Ke diri kita sendiri juga bahkan Bahkan kayak Aku kemarin bilang kan Infiart nih Di profile nya kasih API kali ya Jadi mereka bisa nulis dari mana Nanti langsung ke postnya Terus dipikir lagi Itulah butuh enggak Oh enggak Yaudah apa yang ditambahin Gitu loh Ya Soalnya kalau nambahin kayak gitu kan Nanti nambah celah lagi Buat diperbaiki Buat di fix

Di fix di fix Kalau ada masalah Ini tuh Nambah Nambah ini lagi Nambah waktu Nambah beban buat diri sendiri ya Ribet iya Jadi meskipun kita vibe coding Nambah fitur tiap hari Tapi kalau bisa Yang dibutuh-butuhin aja Jangan yang Yang enggak jelas Enggak jelas Enggak dibutuhin tuh Nanti-nanti dulu deh Siap Nah itu teman-teman Jadi ini Salah satu bukti ya teman-teman

Bahwa Infiart itu sebenarnya Ya pakai AI kita buat Tapi bisa sampai Platformnya jadi Websitenya jadi Dan Kerasa Bahkan nih Belakangan ini Aku Sempet kan ngeliat Diliatin nih Sama orang ngeliat Eh tampilannya Infiart nih Kayak apa ya Wah ini AI template banget Blah-blah-blah segala macem Sebenarnya sekarang itu Enggak masalah teman-teman Eh template itu Karena udah banyak Web yang Ya templatenya di-generate sama AI Dan itu udah jadi Satu kewajaran

Tetapi kita sebagai manusia kan Kita Akan ada punya Rasa kepuasan sendiri Kalau Hasilnya itu Beda dari yang lain ya Artinya tuh Secara tampilan enak Secara Visual gitu Terutama itu enak Keliatannya enak Sehingga Eh Treatmentnya banyak waktu itu ya Ada Aku diskusi sama Sepupuku juga Karena orang coding dia Tau gitu Terus harusnya seperti apa Nah Jadi Sebenernya

Sebenernya Ketika kalian Eh Five coding segala macem Banyak-banyakin data deh gitu ya Banyak-banyakin data Buat nyari Karena kan Five coding itu Pada dasarnya Kita Hanya punya ide dan konsep Eh Sisanya dikerjain oleh AI Eh Apa Coding dan segala macemnya Makanya Yang dibutuhin oleh Five coding itu adalah Forum-forum seperti ini sebenernya ya Untuk Saling mengetahui Gimana sih Orang ini buatnya

Gitu Gimana sih sebaiknya Susunan yang bener itu Waktu buat satu Apa tuh Satu Satu Platform Itu baiknya seperti apa Gitu ya Tadi yang sudah diceritain oleh Rapli itu sendiri Kira-kira Yang lain ada yang mau nambahin lagi enggak Gitu

Kita masih ada waktu 9 menit, kalau teman-teman. Iya kan, jujur mas, saya sebenarnya kalau masalah pengetahuan programming, ya masih belum banyak lah, gitu mas. Biasa gitu, ya saya mengaku aja mas, saya jujur masih meraba-raba gitu. Jadi ya, penasaran mau nyoba, nyoba juga kembangkan gitu kan. Berarti, tetap harus kita ini ya, kayak butuhlah ruang untuk diskusi-diskusi begini.

Betul, betul mas. Makanya, ikutin terus diskon mas. Iya. Karena itu tujuannya aku buat diskon ini, tujuannya itu tadi mas. Iya, banyak belajar juga sama orang-orang disini. Kayak mas Tuhan tadi kan dia bilang buat simulator game. Wah, iya masih belajar sebenarnya aku juga, aku juga sebenarnya, gimana ya, maksudnya, ya sebenarnya di kepalaku, keluar aja gitu kayak.

Coba ah gimana, coba ah. Iya. Gitu kan, gitu mas. Bukan, bukan karena betul-betul, mungkin masih kira saya, udah apa, katanya. Enggak juga, aku, aku, eh, masih ini kayak, masih meraba-raba juga kayak gitu. Oh, ini, seperti itu mas. Siap. Nah itu teman-teman, siapa itu? Ijin mas. Mangga mas? Tanya mas. Siapa namanya mas? Saya Yuli mas.

Oh, Yuli siap. Tanya, tadi kan aku denger tuh IP address-nya sempat di blokir Google gitu, kalau misalnya IP address sudah di blokir gitu, langkahnya gimana ya mas? Supaya normal lagi, soalnya aku pernah kejadian IP di blokir sama website gitu ya. Tapi, nunggu Wifi-nya itu kan IP-nya pun nggak statis, jadi tetap di blokir sampai teteh ini, akhirnya mau ngembang request ke Wifi-nya. Nah itu langkahnya gimana, terus kemudian saya mau menanyakan untuk, kan kalau misalnya kita lagi explore nih ya, mengexplore kan kadang-kadang kan ada yang web, kita misalnya lagi mengexplore menggunakan AI, kemudian kita buat aplikasi yang bisa meringkaskan lah ya, dari web bertentu ke aplikasi kita misalnya.

Itu kan kadang-kadang ada publokiran ya, blog, bot, bot keamanan dari website-nya, itu ngerewatinya apa? Karena selama ini kan yang saya tahu kan baru, yang saya tahu ya yang baru bisa itu kan pakai news for meta. Cuman kalau yang selain itu apakah ada gitu, AI yang bisa ngakalin itu? Makasih. Oh, maksudnya mas itu mengambil berita? Bisa berita atau bisa dari web-web khusus lah mas, data misalnya gitu.

Masnya berarti coding sendiri? Iya, kita coding sendiri kan. Terus kemudian beberapa kali itu saya pakai python, akhirnya keblokir, terus kemudian pakai dino. Pertama nggak aku blokir, terus keduanya di blokir IP address-nya, karena ya intinya nggak bisa, nggak bisa tembus, terus habis itu saya coba pakai data, nggak pakai YV, itu bisa tembus gitu kan. Berarti kan YV IP-nya kan di blokir lah, itu ngakalinya supaya bisa balik lagi tuh biasanya gimana.

Oke, agak lumayan seru mas ya kalau berbicara hal ini, karena aku juga mengalami sebenarnya. Jadi emang kita harus paham satu konsep dulu mas, jadi website itu memang ada yang dilindungi, jadi kalau dia ke-detect sebagai AI atau sebagai bot, emang dia akan ngeblokir hal itu. Berarti memang tidak diizinkan untuk mengambil data itu, data yang kita butuhkan misalnya. Nah, untuk mengembalikannya itu, kalau wifi statis, karena aku pernah pakai wifi statis mas untuk IP address ya, jadi saya itu pakainya, wifi-nya itu yang IP address-nya saya dinamis gitu.

Jadi, kayak misalnya tinggal reksat router aja, tungguin 10 menit, nanti nyalain lagi gitu ya. Itu dia balik normal gitu. Jadi kalau masnya lagi pembuatan aplikasi kayak gini, saran aku sih mas yang pertama ya, mending pakai data mas buat ngetesnya. Karena kalau pakai wifi, apalagi wifi yang statis ini, itu sangat tidak disarankan ya, ketika daripada kita keblokiran, kita nggak bisa mengakses si web itu sendiri kan agak bahaya ya, apalagi IP yang diblokir.

IP statis itu kan, dia satu wifi, satu IP address gitu. Dan dia itu, ya kalau kita nggak minta request untuk ganti IP ya, dia nggak akan diganti gitu. Nah, itu kelemahan yang statis itu. Jadi kalau menurutku ya, coba pakai data. Terus di bagian coding mas, jadi aku tuh kemarin sempat buat NVDA News. Nusa News namanya, walaupun ini belum saya publikasi karena masih terlalu banyak bagian, itu yang dihadapi oleh saya juga gitu ketika ngambil data, dia bisa keblokir gitu.

Ada banyak metode mas sebenarnya, jadi untuk ngambil data itu, mungkin di bagian headnya, kan waktu kita masuk ke browser itu kan ada identity mas. Identity mas, identity, misalnya ini tuh Chrome atau apa, atau apa gitu, itu kalau bisa dibuat semirip mungkin dengan komputer manusia mas. Gitu, biasanya. Sudah kemarin, sudah. Pakai selenium, nggak bisa.

Dino bisa, Dino bisa. Sebenarnya, tanpa aplikasi buatan sendiri pun udah bisa gitu. Maksudnya kan daripada ribet, aku ngambil yang simple lah intinya gitu. Nah, kita buat ternyata di-block gitu. Jadi kompleks lah ya ceritanya, kan aku ngambil data berkaitan dengan ya hobi lah ya istilahnya. Jadi, pakai Dino, Dino itu tembus. Tembus, alhasil selang sehari, dua hari, tiga hari, bubar.

Langsung ada di-block kan gitu. Ada temen juga, saya lempar ke temen, sampai sekarang berhasil gitu. Nah, ternyata saya pakai data, nggak bisa gitu. Udah, udah, udah dimirip-miripin gitu. Nah, memang saat ini yang bisa nembus, sampai detik ini yang aman ya, memang punya muse. Muse-nya meta ya. Nggak, muse for meta. Itu yang tembus, karena dia agent ya, agency AI. Jadi aman masih, makanya nyari cara.

Celahnya itu aja sih, supaya ngatasi IP address-nya itu. Iya, kalau IP address emang agak sulit sih, Mas. Apalagi kalau udah kena blokir website-website gede itu, aduh, agak, agak, agak. Makanya itu tadi aku menyarankan untuk, apalagi yang bentuknya kayak gini, jangan pakai wifi, yang sifatnya gitu tuh, wifi yang emang bentuknya tuh statik gitu ya. IP address-nya jangan lah, kalau menurut saya, Mas. Karena takutnya, Mas yang rugi sendiri nantinya gitu.

Kan sebenarnya, gimana ya, bisa dibilang pengambilan data itu, apalagi kita nggak tanpa izin, itu kan memang menyalahi aturan, Mas. Gimanapun gitu. Nah, itu memang, tapi, bukan tidak ada jalan gitu. Jalan itu selalu ada, Mas. Namanya juga komputer ya. Komputer itu pasti ada celanya aja, untuk menghadapi hal-hal yang seperti itu gitu. Ya, saran saya, tadi mungkin ya, di IP address, kira-kira teman-teman lain,

atau roughly, atau siapapun ada tanggapan untuk hal ini. Mungkin kalau dari sisi aku begitu sih. Itu termasuknya webscrabbing itu kan. Nah, iya nggak sih webscrabbing? Iya, webscrabbing kan itu. Ngambil data dia, masalahnya? Itu biasanya kalau misalnya kayak gitu tuh, apa ya, cukup banyak sih website yang nggak pengen datanya tuh diambil kan.

Makanya mereka mungkin di beberapa, aku nggak tahu sih portal berita di Indonesia punya API kayak gitu, tapi, harusnya kalau mungkin mereka datanya nggak bisa, nggak mau diambil gitu, ada sistem lain buat, oh, kalau misalnya aku nggak boleh diambil gitu, pakai API gitu. Nah, coba dicari tahu, mas, ya, apa data di web tersebut, si web tersebut menyediakan API atau menyediakan satu page khusus gitu untuk ngambil data itu?

Iya, mas, terima kasih. Iya, sebenarnya menyediakan, mas, gitu. Cuma jalurnya berbayar. Oh, iya, pasti kan, Pak, itu, mas. Gini, gini, gini. Gini, gini. Kalau, kalau websitenya, kita ambil dari website, selama mau cari manual, gratis. Iya, disitu, lah, saya tuh ngakalin yang gratis itu supaya...

Bisa diakses, gak simpel, harus buka website, kemudian cari kota edgy, kemudian tulis dulu, kan lama, download satu-satu, kan gitu. Jadi maksud aku tuh, aku buat yang website itu tuh langsung, langsung ke, apa ya, ke halaman yang aku tuju sama akun download yang aku tuju gitu lah ceritanya. Soalnya kan setiap data itu kan ada nyampe 600 ya, 600 ya, 900 sih, 935 BDF, maksudku, ya, 935 BDF itu aku langsung kumpulin satu-satu kan selama ini, lah itu maksudku daripada gitu kan, tak buat, pakai praktis gitu lah, gitu doang sih.

Kalau, di ekstrak langsung XML-nya gitu, kira-kira lebih aman gak sih, Fli? Atau, masih ada nyoba belum? Jadi sebenarnya kan, di pattern setahu aku, itu dia bisa masih jadi ngambil, dia masuk ke situ, tapi gak ngambil data dulu, dia ngekstrak semua dokumen dulu tugasnya itu dia, struktur dokumen itu di ekstrak semuanya, nanti misalnya kayak file, terus ada tombol download, download-nya tuh langsung diarahin ke situ gitu.

Nah, itu udah dicoba belum? Sudah, itu yang di-block ya. Oh, gitu ya. Nah, jadi gini-gini ya, gini, saya tuh kan dibutak, dibutak, jadi saya tuh nyari data, setiap hari tuh download sekitar 234 BDF. Setiap hari lah, paling selama berapa hari gitu. Nah, maksud saya ya, itu tuh saya buat kayak gitu, cuman simple kok, yang dituju ini, dengan kategori, kata kunci yang ini, nanti akan ke download sendiri, kemudian kita simpan PDF-nya, dari PDF kita ekstrak isi PDF-nya yang dituju, itu, gitu doang.

Sebenernya, enggak, enggak, enggak macam-macam gitu. Nah, posisinya itu, kita masangnya ke sana itu yang di-block-in. Tapi kalau manual kan repot juga, satu-satu, satu gitu. Iya, iya, iya. Ini, ini menarik sih, menarik. Gini sih, mas, kalau dari aku ya, coba-coba nanti aku coba cari, tapi gini, masih pernah ada melakukan diskusi sama ya-nya, langkah yang baiknya seperti apa, biasanya kalau aku begitu. Sudah, mas, sudah.

Kemarin tuh terakhir ketemu yang pakai Dino, Dino itu, Dino itu aman, kebuka, bisa, gitu. Tapi sudah selanjutnya ter-block-in, yang mau enggak mau, saya harus mengajukan riset IP dulu, kan, IP dulu. Ya, itu, saya belum coba lagi, tapi teman kemarin coba, bisa, gitu, sampai detik ini bisa. Nah, karena kemarin itu kan saya dikasih jalan sama AI-nya kan pakai piston, pakai selenium, gitu. Saya pikir itu kan, AI ini kan udah sanggih, karena yang di-board WhatsApp itu sampai detik ini dipakai beberapa teman itu aman, kan, gitu.

Cuman, wah ini udah sanggih nih, berarti enggak di-block-in beta ini, kan, gitu. Saya pikir aman juga, ternyata website-nya si Ani yang punya website ini agak keras, gitu. Ya, itu sih saran dari aku, Mas, kalau segala caranya ditempu, apalagi udah diskusi sama AI, dan setahu aku memang gitu sih, kalau webscribing, kalau dia enggak ekstrak data, terus dan segala macem, itu udah dilakukan, dan emang gagal, berarti emang si website ini security-nya cukup canggih, gitu.

Dia bener-bener bisa ngedetect bahwa itu emang robot yang jalan di belakang, gitu ya. Apalagi dia downloadnya cukup banyak, gitu. Jadi kelihatan, mungkin bisa diterapin aturan-aturan yang lebih ringan, Mas. Jadi kayak misalnya PDF itu kita downloadnya enggak sekaligus banyak, gitu, pelan-pelan, gitu. Kan ada hal-hal metode yang bisa dilakukan seperti itu juga, Mas. Ya, kemarin sudah, Mas. Sudah, akhirnya ketemu juga. Jadi, kata temen itu, ya itu tadi harus kayak buat WhatsApp-nya.

Jadi, setiap diskusi ada jeda 10 detik lah, ya. Jadi, ketika, jadi seolah-olah security-nya mereka itu mendeteksi, oh ini manusia, gitu. Nah, itu yang kesalahan saya itu kan karena uji coba ya, enggak dikasih timernya atau sleep-nya itu. Jadi, ya itu IP address-nya kebloket, gitu. Enggak apa-apa, Mas. Pengalaman. Aku juga sama, kalau ngalaminya memang kayak gitu. Biasa, Mas. Untuk menjadi bundle itu memang enggak ada proses, gitu.

Enggak apa-apa. Ya, saran aku, ya paling gitu, Mas. Kalau untuk dari tingkat IP address tadi, ya mau enggak mau karena Masnya pakai yang Wi-Fi yang statis, si IP-nya ya memang harus minta reset aja, Mas, gitu. Ya, atau kalau memang bisa diganti ke IP dinamis kan enak, Masnya. Paling tinggal tunggu 1-2 hari gitu deh, reset. Kira-kira yang lain masih ada atau Masnya masih mau menambahkan, mungkin, Mas Yuli tadi?

Ya, mungkin itu aja, Mas. Kalau mungkin yang buat WhatsApp, itu kan ada yang bilang katanya kemungkinan bisa di-blockir ya, kebanyakan ya. Ya, itu tadi kuncinya kalau di tempat saya itu, karena teman-teman banyak yang pakai, ya ada berapa kemasin ya? Datanya itu sekitar 20 kalau salah. Karena buat analisa. Jadi, ada setif jeda waktu dari servernya ke... Eh, dari... Whatsapp-nya ke Whatsapp bisnisnya.

Dari Whatsapp-nya ke server. Jadi, ada jeda 10 detik kalau tidak salah. Ya, itu sih kalau... Siap, Mas. Terima kasih banyak. Nah itu betul teman-teman Jadi yang berantraksi dengan WhatsApp Nah ini langkah-langkah dari Mas Uli ini bisa dipakai Dan itu juga yang dipakai Inviar Jadi di Inviar itu sampai berlapis-lapis teman-teman Buat ngirim notifikasi aja Dia butuh berapa detik ya Karena pertama dia akan ngecek dulu Ini nomornya terdaftar gak di WhatsApp

Jadi gak dia tiba-tiba kirim gitu Kalau terdaftar oke bisa Berikutnya dia simulasi typing Menyalakan online di belakang itu Terus Baru dia ngirim pesannya gitu Jadi Inti artinya bisa 30 detikan kayaknya Untuk melakukan pengiriman message itu Prosesnya di belakang itu Karena itu tadi kita menghindari supaya Ini tetap terlihat sebagai manusia gitu

Di sisi lain juga Karena aku pakai Evolution API Di WhatsAppnya ini di belakang Nah itu juga Dat Kan ketika Dia kan pakai WhatsApp web ya Yang dia pakai Si Evolution API ini dari Belis ya Dari Belis ini Nah dia di belakang ini Dia tetap menggunakan Web sebagai Identity-nya Nah itu harus diset ke Yang paling baru aja

Jadi kan ada Ada-ada di settingnya tuh Kalau di Apa Env-nya tuh Kayak Identity-nya itu Aku buat Di Tanda nomor aja gitu Jadi biar dia ngambil data terbaru browser Gitu Si Si versi dan segala macemnya Karena itu dikirim ke WhatsApp gitu Jadi kalau agak lama juga Kemarin sempat kejadian Di Inviart itu Kalau teman-teman menyadari Setiap bot ini ngirim ke Group Notifikasi Chat Gitu ya Apa

Ada postingan masuk gitu Untuk dibaca oleh teman-teman Itu kadang Waiting Waiting for your message gitu Keluar gitu Jadi kayak Encrypsi sama decrypt Pesan itu gak cocok Nah ini juga terjadi di kita kemarin gitu Makanya kita akhirnya akalin Bahkan data Di database kita Itu WhatsApp dibuatnya kayak gini Jadi di database kita itu cuma disimpan Pesan itu per 2 jam Nanti di clear Nah Untuk database yang emang

Mau nyimpan pesan lama Kita buat lagi database-nya sendiri Membaca dari database yang lama gitu Kurang lebih kayak gitulah Jadi gak kita simpan di Di tempatnya si Evolution itu gitu Karena itu tadi Dia banyak-banyak banget gitu Kendalanya disitu Nah itu mungkin ya Kalau dari segi WhatsApp Gimana mas? Tanya mas Itu Setiap user yang mau Dapetin OTP

Datanya gak di Simpan di Simpan di Anu ya ID Kan kalau WhatsAppnya bisnis kan Biasanya bentuknya ID ya ID ya Nah itu kan Kalau yang punya aku itu kan Aku pasti kesimpan Terus Pembersihan Apa Pembersihan Cash Atau riwayat pesan itu kan Per 20 ya Per 20 itu Akan dijalankan Itu udah ditatu di scriptnya Atau gimana mas? Ya jadi gini Kan evolution API ini mas

Aku bahas dulu dari Evolution API-nya dulu ya Sebelum ke tingkat web Evolution API itu Dia punya database-nya sendiri Dan punya Dia pake Postgres Sama Redisk Jadi Cash itu adanya Di Redisk Kalau Postgres itu Kayak nyimpen Session chat Enkripsi Terus pesan

Itu disimpannya di sana, gitu. Nah, Postgres ini, karena ini pakai docker, jadi docker itu dia bisa kita atur supaya pesan-pesan chat yang disimpan di Postgres itu hanya akan berlaku selama 2 jam, gitu. Dan dia tidak akan menghapus inkripsi, terus session chat kayak gitu nggak akan dihapus. Nah, masuk ke OTP, kan InfiArtt pakai OTP nih ketika daftar, dia akan mirim kan ke WhatsApp orang-orang.

Nah, itu tuh dia disimpan, ada session-nya lagi, mas. Ada session-nya lagi. Jadi, bahkan di InfiArtt pun sekarang kalau nggak berhasil, nggak tahu ya, meter itu udah agak pinter sekarang, mas. Jadi, kadang ada nomor-nomor yang belum pernah chat sama kita, si OTP tuh nggak bisa dikirim, mas. Wow, nggak bisa dikirim. Posisinya tuh. Jadi, aku akalin kalau OTP nggak masuk, si orang itu, si apa tuh namanya tuh, si orang itu tuh, nanti ada satu link kirim OTP.

Nah, dia waktu dikirim, dia akan dibawa ke tampilan WhatsApp untuk mengirimkan tulisannya kode, gitu dia. Nah, dia akan sinkron dengan data yang ketika dia mengirimkan kode, itu akan disimpan di session sementara untuk nomor WhatsApp itu. Terus dia ngisi username dan segala macam, dan itu berlakunya hanya 10 menit, gitu. Setelah 10 menit, dia bersihkan. Yang pentingnya dia udah terdaftar di akun kita.

Nah, tapi session itu, session chat-chat itu di web, itu tersimpan, mas. Karena dia masuk ke, apa namanya tuh, data itu masuk di database-nya web, bukan database-nya si WhatsApp lagi, gitu, WhatsApp Evolution API tadi. Gitu. Itu pun tetap, tetap-tetap kita bersihkan kayak misalnya, tapi di web itu lebih lama, kayak misalnya seminggu baru dibersihin, gitu. Gitu, mas. Karena kan infiat cuma buat gitu-gitu doang.

Gitu sih, mas, kalau aku. Mungkin, yang nggak tau ya kalau masnya pake apa, gitu. Kalau aku disini pakenya Evolution API, dan aku nggak pake meta, gitu, meta API, kebetulan. Karena meta API harus bayar juga, ya. Iya, mas. Benar. Makanya aku juga nggak pake itu. Kita pake jalan pintas. Apa yang ini pake, mas? Saya nggak tau apa, mas. Kali ini pake AI. Apa yang ditunjukin AI, ya saya buat. Saya bungkus. Sempat kemarin kena take-down, kalau nggak salah.

IP server-nya diblockir sama meta. Terus dikasih tau sama AI, bahwa harus diganti isinya. Ya, kita ganti. Saya nggak tau. Terus saya nggak mudeng coding, ya. Jadi, dikasih tau, diganti. Terus kemudian diganti. Ya, itu. Malah sekarang, ya, nggak di-blockir, gitu. Sempat kemarin sempet berhenti beberapa kali itu. Dichat sama temen-temen itu, nggak ngerespon, gitu. Akhirnya saya cek, oh ternyata di-blockir, gitu.

Ternyata isinya diganti. Setelah diganti, kita naikin lagi ke server. Tadinya itu kan scan barcode-nya nggak mau muncul. Karena take-down, take-down terus. Aduh, nggak bisa ini. Akhirnya setelah diganti isi script-nya itu aman. Dia hidup, lancar. Jadi scan barcode-nya muncul. Kuncinya kan kalau kita naikin ke server, ya cuma scan barcode-nya aja sih. Kalau udah muncul, aman, dikunci, sampai detik ini, ya, alhamdulillah udah hampir 2 bulan, nggak salah.

Ya, aman, ya. Siap, siap, mas. Wah, terima kasih banyak, nih. Ternyata banyak, ya, teman-teman di ZRT, bener-bener. Ngoprek-ngoprek yang kayak gini luar biasa. Tapi saya senang. Senangnya tuh berarti main curang itu saya nggak sendirian, gitu, loh. Sekarang tuh gini, mas. Kalau prinsip saya itu semua yang nggak akses, itu semua yang akses saat ini kita pakai, pasti ada kalahnya nggak akses. Karena kan pengembang dari developer, skin leader kita kan tidak mengikuti cara yang kita inginkan.

Misalnya kita cari uang di mana, ternyata fokus mereka hanya bisa membaca teks dan tulisan. Nah, otomatis kan kita mau nggak mau kan harus cari cara lain supaya bisa. Kalau cara lain apa-apa harus berbayar. Katanya mau ada, apa, diskon. Sedangkan kita tahu meta itu tanpa diskon 20%, kan. Harus berbayar resminya, mas. Yaudah pakai cara lain, kenapa nggak, kan, gitu. Yang penting aman dan halal, gitu, Asya. Iya, betul, mas. Itu sih bener. Nah, ini sebenarnya, teman-teman, ya.

Ini pemikiran terbuka, pemikiran orang-orang open source ini kayak gini. Jadi, gimana caranya kita nyari sesuatu yang bisa menjadi solusi. Thank you banget, Mas Yuli. Luar biasa, gitu. Ada lagi yang lain? Kira-kira sebelum kita session-nya ini, kita sampai setengah empat aja, ya. Ayo, teman-teman, ceritakan pengalaman. Oh, tinggal lihat, tinggal lihat, semalam, Mas.

Siapa ini, Mas? Mas Rizky. Iya, saya boleh. Boleh bertanya, Mas Rizky. Silahkan. Silahkan. Mas Rizky, ya? Saya, iya. Mas Rizky, ya? Iya, betul. Oke. Ya, izin, Kak Rizky. Ini posisi saya lagi di kendaraan, tapi ingin bertanya, karena memang luar biasa. In PR saya sampai malam, nih, Kak Rizky. Koneksi kayaknya, Mas Rizky.

Ya, mungkin yang lain dulu, untuk Mas Rizky kayaknya ngedrop koneksinya, ya? Ketika memulai coding, gitu, boleh dideskripsikan, tidak misalnya, ketika memulai pertama kali coding, itu seperti apa, begitu. Artinya, kodenya seperti apa. Cara kerjanya, misalnya, boleh dicontohkan satu hal saja, misalnya, dalam hal apa, begitu.

Itu sih yang ingin saya ketahui, coding itu seperti apa, gitu, ya? Oke. Nah, kalau saran ini, barangkali ada satu-satu dulu, nih, sarannya. Ketika ini, kan saya ingin melengkapi profil di aplikasi NPR. Nah, melengkapi profilnya itu yang berhubungan dengan foto, gitu. Nah, ketika diklik itu, langsung muncul ke foto dan video, gitu, yang ada di galeri.

Artinya, pas saya telusur itu, seperti kesulitan untuk mencari foto-foto saya. Padahal foto saya itu sudah di-rename, gitu, ada di penyimpanan, tetapi tidak ketemu. Nah, ini sarannya, barangkali, bagaimana ya? Apakah ada solusi atau bagaimana? Mungkin itu saja. Terima kasih. Saya kasih, Mas Rizky. Raffli bisa ngasih gambaran nggak buat kode-kode itu sebenarnya?

Berarti ini, jangan dulu ke 5-coding, Pili. Jadi, lebih misalnya, dia itu kode itu apa, atau dan, ya, kayak gitulah. Dasar-dasar. Iya, jadi, kode itu kan, cara satu, apa ini namanya? Kalau di komputer itu kan, ada cara satu bahasa berbicara dengan komputer, kan? Misalnya, ketika kita menggunakan Python, bahasa pemrograman Python,

itu tuh cara untuk agar komputer menampilkan kata hello di Python itu kan menggunakan print. Print itu, dia nanti nge-print ke player, gitu, tulisan yang kita ketik. Nah, contoh kodenya, kayak tadi tuh yang aku bilang hello, tuh, ditulis dalam tulisan ini, tulisan ini, kayak misalnya tulisnya print, terus kurung buka,

tanda kutip, tanda kutip kayaknya ya? Tanda petik atau tanda kutip? Tanda kutip, tanda kutip. Nah, tanda kutip, hello, terus, tanda kutip lagi, terus kurung tutup. Nanti ketika kita coba jalanin kodenya, si Python ini akan meng, apa ya namanya, meng-compile kode ini menjadi bahasa komputer,

dan komputernya baru bisa mengerti bahwa, oh, ini ada aplikasi ini minta kita mengeluarkan kata-kata hello, gitu. Itu sih, sesimpel itu sih kode. Tapi, bahasa itu kan bukan cuma satu, kayak kita misalnya di, sekarang aja bahasa ada bahasa Indonesia, sihat.

Nah, gitu juga program programming language juga bukan cuma python, ada juga C, ada juga PHP, ada juga java gitu. Nah, itu beda-beda lagi cara ngomong, cara ngomong ke kodenya gitu. Yang, ya aku tahu sih cuma python doang ya, aku anaknya python banget soalnya. Sama, aku juga anak python masalahnya. Aku juga sukanya ngulik-ngulik python mas.

Jadi, Mas Rizky, intinya yang disampaikan Raffi itu secara teknisnya tuh seperti itu. Tapi secara logika dasar, jadi si komputer ini kan emang dia tuh bahasanya punya bahasa sendiri. Jadi, si pemograman-pemograman ini seperti python, HP-HP, terus C+, atau C, itu alat kita untuk ngomong ke dia gitu, sebagai bahasa manusia gitu. Dan itu kan di python itu ada cara-caranya gitu. Ada operatornya, kurung buka, kurung tutup itu untuk apa, kata-kata pin gitu, itu untuk apa gitu.

Terus ada, nanti kan ketika berbicara dengan komputer itu pokoknya rumusnya logika mas. Berbicara dengan komputer itu pokoknya gitu. Logika dia, logika matematika sangat kuat di situ. Logika dia, logika matematika sangat kuat di situ. Iya, iya. Baik, baik. Jadi ada kode-kode yang memang harus dihafal berarti ya. Iya, iya, betul. Kayak kita masih ngomong bahasa Inggris, bahasa Sunda misalnya.

Kan kita masih ngomong bahasa Inggris, bahasa Sunda misalnya. Kayak Sunda sama Indonesia, itu kan udah beda gitu. Konteks salahnya kita mau menyampaikan dalam bahasa Sunda, dalam bahasa Inggris misalnya, dalam bahasa Indonesia. Nah, begitu juga di komputer gitu. Nah, begitu juga di komputer gitu. Iya, iya, betul-betul. Baik, baik. Saran saya mungkin bisa baca-baca Fundamental Pemrograman dulu ya, Ang. Gak menarik tuh buat kareksa tulis Fundamental Pemrograman ini ya.

Gak menarik tuh buat kareksa tulis Fundamental Pemrograman ini ya. Risky, ada lagi? Kira-kira mas. Untuk sementara cukup dan agak ngeri juga nih kalau misalnya ngobrolin kode untuk membuat aplikasi, biar, wah kayaknya kompleks banget kodenya tuh ya, gitu. Ngeri. Gak apa-apa itu, itu, itu, eh. Kita mah cuma punya ide dan konsep.

Sekarang, iya, sekarang sudah jamannya EI, mas. Sekarang kita mungkin, eh, sekarang kita mungkin, eh. Kita kirim pik konsepnya, nanti si EI yang kerjain. Kita kirim pik konsepnya, nanti si EI yang kerjain. Iya, baik, baik. Siap, siap. Mudah-mudahan ada sharing berikutnya nih, supaya... Siap. Kita sedikit-sedikit praktek dengan... Pak, siap-siap, mas.

Siap-siap, mas. Nah, ini buat mas Risky, eh, gak tau ya. Saya gini perspektifnya, sebenarnya. Keuntungannya ketika kita mengetahui bahasa pemrograman sesuatu, Itu kita menggunakan EI yang menggunakan tidak.

Kalau menurut saya gitu, karena aku sendiri, Kalau menurut saya gitu, karena aku sendiri sebenarnya bukan IT banget. Bukan IT banget. Bukan bahasa pemrograman banget. Bahasa pemrograman banget. Cuma modalnya telis. Tahu seluk beluknya, apa yang dia tulis itu menyebabkan apa-apa. Apa yang dia tulis itu menyebabkan apa-apa. Tapi bisa ya dipelajari sedikit-sedikit ya, saya.

Bisa, sangat bisa, mas. Bisa, mas, bisa. Bisa, mas, bisa. Bisa, mas, bisa, bisa. Mungkin akhirnya gini, apa, sintaks gak perlu dihafal semua sintaks. Tapi kita paham apa ini maksudnya. Gitu kan. Gitu kan. Kita pahali. Gimana, mas, betul, mas, betul gitu kan. Betul gitu kan. Iya. Sintaks, gak perlu kita hafal sintaks. Gak perlu kita hafal sintaks. Misalnya, mau dihafalin semua.

Itu gak perlu. Karena udah zamannya EI masih sekarang. Yang penting kita tahu aja apa yang mau kita. Buat gitu. Dan logikanya. Logika perjalanannya itu seperti apa. Dan logikanya. Logikanya perjalanannya itu seperti apa. Logikanya, Pak. Logikanya. Iya. Oke, teman-teman. Saya rasa. Oke. Teman-teman.

Di stream. Di sini. Apa namanya tuh? Harapannya dari diskon-diskon berikutnya bisa lebih menarik ya. Dan saya mau tanya dulu sih sama teman-teman. Kira-kira kita butuh grup khusus gak buat diskon ini?

Atau cukup di sharing online aja? Atau nanti aku buat polling gitu ya di sharing online? Iya. Kita buat polling. Di polling aja, mas. Di polling aja. Di polling aja ya? Oke, siap. Kalau butuh untuk grup khusus misalnya. Karena kan sharing online tuh kayak lebih ke webinar gitu. Apa tuh? Lebih ke informasi-informasi komunitas gitu lah sebenarnya. Karena kan tidak semua orang tuh juga suka terbuka ya. Suka baca chat gitu. Dan.

Saya mangunya sih dari diskusi online itu kita bisa buat proyek gitu. Kedepannya apa aja lah gitu ya bareng teman-teman. Terus selain itu juga pengetahuan. Kita bisa bertumbuh bareng gitu di TI ini. Dan buat proyek-proyek bareng lah ke depannya gitu. Nah itu harapannya sih. Oke. Mungkin itu dulu saat ini teman-teman. Terima kasih banyak udah join. Terima kasih banyak udah meluangkan waktu untuk bersama kita. Bersama kita online seri satu ini.

Mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman. Juga bagi kami dari IPR. Karena lewat diskusi inilah kita bisa tumbuh kembang secara bersama. Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wa'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wa'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wa'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wa'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sampai jumpa di diskon sesi selanjutnya. Terima kasih. Ba'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih. Terima kasih semuanya.

Terima kasih semuanya. Semuanya. Mantap nih mantap ininya. Cernih banget suaranya.