Mengenang Konsol Game Zaman Dulu Beserta Game yang Dimainkan

Editor: Rino Jefriansyah, S. S.

 

Infi friend, pernah nggak sih mendengar nama-nama jenis konsol game yang digemari sejak dulu sebelum tergantikan oleh ponsel pintar dan komputer? Kalau belum, ada beberapa konsol game yang sering digunakan terlebih orang awas dalam memainkan game di dalamnya. Seperti Nintendo, Sega, Play Station, hingga XBox.
<!!–more–>
Sejak tahun 80-an, konsol game yang pertama kali muncul adalah Nintendo. Permainan yang ada di konsol Nintendo ada beragam. Di antaranya, ada Super Mario Brothers, The Legend of Zelda, Megaman, Bomberman, sampai game sepakbola.

Secara musik dan efek suara dalam konsol game Nintendo, semuanya terdengar seperti Gameboard, namun lebih dinamis. Meski kalau didengar sungguh aneh seperti mainan anak-anak. Teringat saat saya bermain game Nintendo sejak tahun 2005 sampai tahun 2008. Kira-kira saat kelas 4 sekolah dasar. Memang sungguh aneh bagi orang awas. Dalam hati mereka bertanya. Apakah bisa seorang tunanetra bermain game Nintendo? Bisa, tetapi hanya game tertentu saja yang mudah dimainkan.

Contoh permainan game olahraga atletik. Di game tersebut ada beberapa cabang olahraga seperti lari, lompat jauh, lompat galah, lempar lembing, lari lompat gawang, panahan, dan game menembak Kodok. Yang susah adalah game lari lompat gawang, panahan, juga menembak kodok. Selain fokus dan ketepatan, diperlukan penglihatan yang tajam. Belum lagi kalau sampai terjatuh, wahahahaha! Sangat bikin emosi!

Game yang lain seperti tembak piring terbang dan tembak burung, serta game yang dikatakan iconic, yaitu game Tetris. Tetris adalah game yang bisa dikatakan mengasah otak, menguras pikiran, menguras konsentrasi, dan mengasah kemampuan dalam menata balok-balok dengan rapi. Permainan satu ini digemari orang awas terutama yang suka Matematika. Di kalangan blind people, Tetris adalah permainan yang memang sangat dibenci karena itu tadi, penglihatan yang diutamakan.

Sama halnya dengan Super Mario Brothers, sangat-sangat dibenci. Alasannya susah dalam berpetualang dan melawan Goonba, juga mendapatkan koin, dan item lainnya.

Belum lagi Bomberman, kita harus berjalan menaiki dan menuruni tangga, lalu meletakkan bom. Setelah bom diletakkan, kita segera menghindar agar tidak terkena ledakan bom. Yang berbahaya saat menghadapi Monster Tengkorak berwarna Merah. Sayangnya tidak ada suara dan datangnya secara tiba-tiba. Bila divisualkan, tengkorak-tengkorak ini melayang dan menabrak si Bomberman. Kalau berhasil, Bomberman mati. Hmm, … Sangat susah juga bermain Bombermman.

Untuk game The Legend of Zelda, game ini menjadi game nomor satu pada jamannya hingga sekarang. Orang-orang awas suka sekali dengan game ini. Bahkan mereka rela merogoh kocek hanya demi membeli kaset game The Legend of Zelda. Menurut mereka, The Legend of Zelda memang game yang paling sering digemari setelah Super Mario Brothers. Selain jenrenya petualang, game ini memang penuh trik-trik yang harus dikuasai. Terus terang, untuk Blind People angkat tangan. Dibutuhkan strategi dalam menyelamatkan Zelda atau Putri Hirule dari cengkraman musuh. Saya hanya mendengar testimoni mereka terutama di kanal YouTube. Kalau game lain, seperti Megaman, Matroid, dan Pokémon, orang awaslah yang memainkan semuanya.

Bagaimana dengan konsol game seperti Sega? Apakah Blind People bisa bermain dengan konsol satu ini? Pertanyaan yang bagus, namun susah dijawab dengan kata-kata. Alasannya, tidak semua game di konsol Sega ini mudah dimainkan dengan insting semata. Dibutuhkan semacam trik tertentu supaya Blind People bisa bermain game dengan nyaman dan menyenangkan.

Saya ambil contoh satu game di Sega, yaitu Super Sonic Hedgehock. Unik, namun bikin emosi bila tidak berhasil. Ada lagi, selain Super Sonic Hedgehock adalah game Badman, dan game Michael Jackson. Kedua game ini sangat susah-susah gampang. Lagi-lagi alasannya adalah penglihatan. Maka dari itu, harus bersabar dalam bermain game di konsol game satu ini. Jangan emosi ya Infi friend?

Lantas, bagaimana Play Station? Apakah Blind People bisa bermain? Dulu memang iya. Di Play Station (PS) tidak ada fitur aksesibilitas yang disematkan dalam konsol. Dari PS generasi pertama sampai generasi ketiga, sama sekali belum ada fitur itu. Pendek kata, PS ini kurang aksesibel bagi difabel.

Untungnya, di Play Station generasi keempat dan coming soon di generasi kelima, sudah disematkan fitur yang dinanti-nanti oleh pengguna terlebih difabel! Wow! Dalam kata lain, kita bisa bermain game di PS? Jelas! Kita bisa bermain dengan nyaman dan puas setelah ada fitur ini. Berbahagialah para penggemar PS! Siap-siap melawan teman-teman netra yang bermain PS!

Apakah di PS ada game yang menjadi faforit orang-orang? Ada beberapa game yang menjadi faforit seperti San Andreas, lalu yang terbaru Taken 2. Badman pun menjadi game terfaforit juga lho! Terkait Play Station, semuanya sudah dipaparkan oleh rekan saya,

Akbar_AP223

dalam postingannya, yaitu

Nostalgia Play Station, sebuah catatan seorang mantan pecandu Game.

Sempat saya mengobrol dengan teman saya soal game termasuk konsol Nintendo yang sudah dijelaskan di atas. Nostalgia masa kecil yang tidak terlupakan. Semuanya menjadi kenangan.

Sebenarnya masih ada konsol game lain yang mau disebutkan seperti Grand Tech Auto (GTA), sampai XBox (konsol game buatan

Microsoft.

Tapi, biar teman-teman lain yang menjelaskan secara keseluruhan. Soalnya, nanti dijelaskan terkait properti, lalu perangkat tambahan yang dibutuhkan, belum lagi grafisnya, dan kualitas game apakah sudah kompatibel atau belum. Itu yang menjadi pertanyaan kita semua terlebih gamers netra. Oleh karenanya, sabar dulu Infi friend. Karena sabar disayang Tuhan. Ya nggak Infi friend?

Terakhir, ditariklah kesimpulan bahwa game jaman dulu sebenarnya menarik untuk dimainkan sampai lupa waktu kalau kecanduan. Bagi Infi friend yang pernah bermain game pada semua konsol yang saya sebutkan tadi, selamat mengingat masa kecil saat masih ada penglihatan atau minimal Low Vision. Saya suka ada teman-teman netra yang pernah bermain game dengan konsol yang mainstreem. Sekarang, kalau tidak ada uang untuk beli PS, mending bermain audio game saja di laptop atau PC Infi friend. Di antaranya, Swamp, Constant Battle, Survive The Wild, CastAways, Bokurano Daibouken Series, Adventure At C:, Audio Moto Championship, Top Speed, Audio Wizards, Manamon, Psycho Strike, Paladin of the Sky, Dreamland, the Gate, Brain Station Project Alpha (BSPA), OhSh*t, Rithem Rich, Battle Zone, World of War, Crazy Party, ROTK, GNPA, KitchenSink Game Collection, Super Liam, Olter Eon, Eurofly, Treasure Hunt, Tree De Velocity, sampai game terbaru, yakni Revenge of the Undead (ROTU).

Pesan saya, boleh-boleh saja kita bermain game. Asalkan kita bisa tahu batasan waktu. Dikhawatirkan kalau kecanduan, bisa merusak semua! Baik dalam segi kesehatan fisik, mental, psikologis, maupun sosial. Ingat pesan orang tua kita yang sudah susah-susah mengingatkan kita jangan sampai lupa waktu gegara bermain game, bahkan sampai seharian penuh!

Cukup sekian catatan saya, apa bila mau berkomentar, bisa coret-coret pada kolom yang sudah disediakan. Atau, Infi friend bisa tanya-tanya di grup telegram

InfiArtt Official.
Ikuti saya di instagram di

@primaagussetiyawan.

Gabung juga di kanal telegram resmi di

@masprima_id.
Salam.

Yogyakarta, Rabu Pon 18 November 2020.

 

Nostalgia Play Station, sebuah catatan seorang mantan pecandu game

Editor: Rino Jefriansyah, S. S.

 

Bernostalgia dengan masa lalu, rasanya membuatku tidak berhenti tersenyum. Ketika dulu masih kecil, masih senang-senangnya bermain dan melakukan apapun dengan bebas tanpa ada rasa yang membebani. Termasuk, bermain game.
 Continue reading Nostalgia Play Station, sebuah catatan seorang mantan pecandu game