Puisi Nobel Asmara

Hello Infi Friends!
Pernah nggak sih, memakai istilah-istilah ilmu pengetahuan dalam karya fiksi seperti puisi? Jika belum, sangat menarik kalau ada niat tuntas dan memahami, puisi yang terdiri dari serangkaian istilah pengetahuan, seperti matematika, teknologi, dan cabang ilmu lain. Adapun puisinya bisa Infi Friends simak segera di bawah ini!

Nobel Asmara
Puisi Karya: AKBAR AP.

Bertanya pada rindu.
Sesulit inikah merindukanmu?
Sepi hari tanpa mendengar.
Sunyi detak detik tanpa tangis dan tawamu.

Bilakah kita bersua?
Hanya Tuhan yang menahu.
Ah, semakin syarat menjaga kesetiaan!

Mengarungi tanda tanya yang semakin menebal.
Melintasi peristiwa.
Baik yang ditutup dengan tanda titik, maupun menyisakan koma yang panjang.

Yang pasti.
Dirimu ada dalam tanda kurung, bahkan tanda bintangku.
Meski harus melampaui numerasi takdir yang sukar terprediksi.

Cinta.
Sekali terpegang, bagai tekanan.
Yang semakin meninggi.
Terurai sekali, umpama tuntas menemukan jawab.
Atas matematika kehidupan yang kompleks.
Rindu tetap rindu.
Sulit termaknai secara hakiki.
Apabila baru sekejap menjalani.

Baca Juga:  Copy Paste Dan Mengenal Selection time Pada GoldWave

Semoga atom demi atom perjalanan ini.
Membuahkan nobel asmara yang paripurna.
Output dari sebuah proses bertahap.

Meletihkan dan terkadang mengalami eror di saat tertentu.
Namun.
Menjadikan evaluasi bersama sebagai hal yang rutin.
Semoga mampu menyegarkan dan menguatkan rasa di antara kita.

Saling menjaga cinta.
Saling memperkokoh setia.
Saling menjalani rindu dengan produktif.
Supaya ada mutualisme yang dilandasi keikhlasan.
Mewujudkan harmonisasi serasi.
Magnet hati yang semakin melekat.

Bantul DIY.
Kamis, 15 Oktober 2020M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *