Typora, Markdown Editor Yang Aksesibel

Penulis: Prima Agus Setiyawan

Infi Friends, masih ingat dengan tulisan pertama saya tentang

Mark down

? Setelah sekian lama tidak memposting tulisan karena ada kesibukan di dunia nyata, kini saya berbagi pengetahuan yang tidak jauh dari postingan pertama saya, yakni

Markdown.

Tanggal 14 Agustus 2020 lalu, tulisan pertama saya berjudul:

Penjelasan Tentang Markdown (Versi Tunanetra)

. Dari tulisan pertama ini, ada satu poin yang jadi sorotan, yaitu aplikasi Markdown Editor.

Dari semua aplikasi yang disebutkan, ada satu aplikasi yang harus Infi Friends eksplor, yaitu

Typora.

Typora salah satu dari semua aplikasi Markdown Editor yang cukup aksesibel untuk difabel netra (PDSN). Selain sebagai Markdown Editor, aplikasi satu ini menjadi aplikasi alternatif pengolah kata seperti Microsoft Office Word yang sering digunakan oleh sejuta umat di dunia.

Banyak alasan yang membuat aplikasi ini populer di kalangan blogger pemula/profesional, penulis buku, penulis esai, penulis puisi, sampai penulis artikel ringan di berbagai situs online. Diantaranya:

  • Tampilan sederhana;
  • Tidak lama dalam membuka aplikasi;
  • Bisa menulis dengan Markdown melalui menu sumber kode;
  • Aksesibel untuk semua kalangan, termasuk PDSN;
  • Tema bisa diubah-ubah;
  • Fokus pada konten;
  • Mudah dalam penggunaan.

Sebagai pengguna baru, saya mencoba Typora sejak Bulan April 2021 untuk keperluan eksplorasi, dan untuk menulis naskah yang dimuat dalam majalah Brosur Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Edisi 60 tahun 1442 Hijriyah yang terbit setahun sekali (jelang Hari Raya Idul Fitri).

Baca Juga:  Step by Step Panduan OCR Online dan Gratis dengan File Converter Agar Screen Reader Dapat Mengakses PDF Gambar di Android

Saya tidak mengeksplor keseluruhan, karena kejar dateline. Dalam sepekan, saya menggunakan trik lama, yaitu menggunakan Notepad sebagai alat dalam menulis konsep naskah berformat Markdown, kemudian hasil tulisan tersebut dikopi/tempel di aplikasi

Typora.

Itu tadi sedikit cerita pengalaman pertama saya mengeksplor Typora. Selanjutnya, saya jelaskan sedikit. Secara umum, aplikasi

Typora

termasuk aplikasi Markdown Editor, dan termasuk aplikasi pengolah kata.

Perbedaan yang mencolok antara Typora dengan Microsoft Office Word terletak pada penggunaan fitur seperti Layout, tabel, penyisipan, catatan kaki, catatan badan, diagram, dan fitur yang tidak bisa disebut satu-persatu.

Para penulis, khususnya penulis dari kalangan nondifabel memakai Typora dalam aktifitas menulis mereka. Satu contoh nondifabel yang saya apresiasi tulisannya, yaitu

Meutia Rahmah.

Infi Friends bisa membuka tulisan beliau di

Artikel berikut

Pertanyaan Umum Penggunaan Typora

Apakah Typora ini aksesibel untuk PDSN? Typora cukup aksesibel untuk semua orang, termasuk difabel netra (PDSN). Semua menu dibaca pembaca layar baik JAWS dan NVDA di Windows, ORCA pada LinuxOS, dan VoiceOver pada OSX (MacOS). Tampilan Typora sendiri menyerupai tampilan situs yang kosong. Untuk mengisi headings, tebal, miring, daftar bernomor/tidak bernomor, serta tidak ketinggalan YALM, konten tabel, dan lain-lain yang bisa Infi Friends baca di Markdown Reference di menu Help (Alt+H).

Baca Juga:  Nostalgia Play Station, sebuah catatan seorang mantan pecandu game

Apakah semua menu di Typora itu seperti menu Ribbon di aplikasi Microsoft Office Word? Semua menu dalam Typora ini berbentuk menu bar. Saya asumsikan InfiFriends sudah memasang Typora, lalu membukanya melalui Desktop. Setelah jendela Typora terbuka, tekan alt, dan jelajahi semua menu dengan menekan keempat tombol panah pada papan ketik. Ingat, semua menu dalam Typora seperti file, edit, paragraph, view, themes, dan help yang bisa Infi Friends eksplor sendiri di komputernya masing-masing.

Apakah Typora ini dipasang di semua sistem operasi? Tidak semua sistem operasi dipasang Typora, hanya 3 sistem operasi yang didukung seperti Linux, Windows, dan OSX.

Catatan:

Buat pengguna MAC (OSX), Typora masih versi Beta.

Pertanyaan terakhir. Selain file berekstensi .md atau .markdown, adakah ekstensi lain seperti .pdf, .docx, .doc, dan lain-lain? File dalam Typora bisa disimpan dalam bentuk file berekstensi .md atau .markdown. Kita bisa juga menyimpan file dokumen yang kita tulus/ketik di Typora ke format lain, yakni dengan menu ekspor submenu (Alt+F+E).

Ekstensi yang didukung seperti .pdf, .docx, .doc, dll. Kira-kira ada 13 ekstensi file selain .md pada Typora. Ekspor ekstensi bawaan Typora hanya .pdf. Kalau Infi Friends ingin mengekspor selain .pdf, Infi Friends wajib pasang

Pandoc

Baca Juga:  Mengamankan File dari Windows Defender

di komputer Infi Friends.

Ngomong-ngomong,

Pandoc

adalah aplikasi penyunting teks dan aplikasi ini bisa menyimpan berbagai ekstensi file dokumen yang didukung. Sayangnya, tampilan aplikasi

Pandoc

ini seperti tampilan Command Promp atau CMD pada Windows. Hanya programmer kelas tinggi yang bisa menggunakan aplikasi ini.

Aplikasi

Pandoc

juga menjadi aplikasi pelengkap yang direkomendasikan Typora dalam ekspor/impor file dokumen. Infi Friends disarankan memasang aplikasi

Pandoc

agar proses ekspor/impor di Typora bisa maksimal.

Tambahan, sistem operasi yang mendukung

Pandoc

, yakni Linux dan Windows. Untuk OSX (MacOS), ada aplikasi tersendiri yang mendukung Typora dalam ekspor/impor file dokumen.

Kalau Infi Friends masih kurang jelas dalam penggunaan

Typora

beserta aplikasi pendukung dalam ekspor/impor, kita diskusikan bersama baik di

Grup InfiArtt

via telegram, atau didiskusikan dalam acara InfiArtt Sharing Online via

Zoom.

Sebelum ditutup, maafkan atas kekurangan saya dalam berbagi informasi bermanfaat untuk Infi Friends semua. Tidak ketinggalan, Infi Friends bisa core-coret di kolom komentar di web, atau di Facebook Comment Plug-in yang tersedia. Salam.

Sumber Referensi

  1. Postingan Blog Meutia Rahmah 12 Sep 2018
  2. Typora in Tools Markdown Reference, Markdown Guide

 

Prima Agus Setiyawan
Author: Prima Agus Setiyawan

My name is Prima Agus Setiyawan. I'm a blind people from Yogyakarta. Kelemahan bukan penghalang, justru dibalik keterbatasan inilah ada kelebihan. Selalu bermanfaat meski dalam keterbatasan.

Tinggalkan komentar

error: Konten terlindungi !!